apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/News

Termasuk Sopir Ambulans, 5 Saksi Diperiksa Polisi Terkait Kematian Sutrimo

Togar PanjaitanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Termasuk Sopir Ambulans, 5 Saksi Diperiksa Polisi Terkait Kematian Sutrimo
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Kepolisian Negara Republik Indonesia masih terus mengusut secara mendalam kasus kematian seorang pria bernama Sutrimo, yang juga kerap diidentifikasi dengan inisial S. Korban semasa hidupnya dikenal menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) untuk mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Penyelidikan intensif terus dilakukan guna mengungkap tabir di balik kematian yang bersangkutan, dengan memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi guna mengumpulkan informasi awal. Menurut penjelasan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
, Kombes Pol Budi Hermanto, para saksi yang diperiksa tersebut terdiri atas beberapa orang yang terlibat langsung dalam proses penanganan medis darurat dan transportasi korban, serta pihak yang sempat menjalin kontak dengan korban.

Secara lebih terperinci, kelima saksi yang telah dimintai keterangannya oleh tim penyelidik berinisial AZ, MOP, MZ, MA, dan AAS. Di antara para saksi tersebut, AZ dan MOP merupakan pengemudi ambulans. Sementara itu, MZ diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pemilik dari perusahaan penyedia layanan ambulans. Saksi berikutnya adalah AAS, yang bertugas sebagai pengemudi ambulans yang membawa Sutrimo dari klinik menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Adapun saksi berinisial MA diperiksa karena diketahui sempat melakukan komunikasi dengan korban sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Baca Juga

Ancaman Kekeringan Meluas, Legislator Usul Pengeboran Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca

Ancaman Kekeringan Meluas, Legislator Usul Pengeboran Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca

Langkah pemeriksaan para saksi ini difokuskan untuk menelusuri secara detail urutan kejadian. Polisi ingin memetakan rangkaian peristiwa secara kronologis, mulai dari kondisi sebelum Sutrimo dibawa ke rumah sakit, proses penjemputan korban dengan ambulans dari area di depan Klinik Mordent yang berlokasi di Jakarta Selatan, hingga proses pemulangan jenazah korban menuju Banyumas. Selain kelima saksi tersebut, pihak penyelidik juga mengundang seorang dokter dengan inisial IK serta seorang pemilik perusahaan ambulans lain yang berinisial S guna memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan ilmiah, petugas kepolisian bersama dengan Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri telah melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Klinik Mordent pada hari Senin (27/7). Dari lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ini, di antaranya adalah obat-obatan, dua botol natrium klorida, satu unit solid-state drive (SSD), serta beberapa helai rambut untuk keperluan pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga

Pelanggaran Etik Hakim Melonjak 100 Persen, Ahmad Sahroni Desak Mutasi Massal ke Daerah

Pelanggaran Etik Hakim Melonjak 100 Persen, Ahmad Sahroni Desak Mutasi Massal ke Daerah

Penyelidikan tidak hanya berhenti pada pengumpulan barang bukti fisik di lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga telah meminta rekaman kamera pengawas atau CCTV dari Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Taman Puring. Rekaman kamera pengawas tersebut, bersama dengan rekaman lain yang relevan, akan diserahkan kepada tim ahli untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik. Melalui analisis forensik digital ini, polisi berharap dapat melihat pergerakan dan aktivitas yang berkaitan dengan korban sebelum dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan dan belum ada kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti kematian Sutrimo.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Polda Metro JayaJakarta Selatansutrimoklinik mordentPenyelidikan Kepolisian

Berita Terbaru Lainnya

Ajax Amsterdam Resmi Rekrut Julian Brandt dari Borussia DortmundPiala AFF 2026, Shayne Pattynama Cetak Gol, Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0Pemkot Malang Perkuat Program 3 Juta Rumah demi Ekosistem Permukiman BerkelanjutanGubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa KuliahIstana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah MalRMIT Dorong Potensi Industri Game Indonesia, Bidik Pasar dengan 153 Juta PemainPemerintah Tinjau Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao NTTDaihatsu Segarkan Sigra, Terios, dan Gran Max di GIIAS 2026, Sasar Segmen Keluarga hingga Komersial

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap