Tekanan Minyak dan Tarif Trump Tumbangkan IHSG ke 6.196

Parlin SinagaPublished 26 Jul 2026 - 08.090 Reads
Bagikan WhatsAppX
Tekanan Minyak dan Tarif Trump Tumbangkan IHSG ke 6.196
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Hari perdagangan Jumat (24/7/2026) berakhir pahit bagi pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas 117 poin atau 1,88% hingga ditutup di level 6.196,43 pada sesi pertama. Aksi jual merata menghancurkan 587 saham, hanya 104 yang mampu menguat, dan 105 saham tak bergerak. Tekanan ini sudah terasa sejak bel pembukaan dan terus meluas ke berbagai sektor.

Dua sentimen global beradu menjadi pemicu utama kejatuhan. Harga minyak mentah Brent menembus US$100,69 per barel鈥攍evel tertinggi dalam dua bulan terakhir鈥攁kibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Lonjakan tersebut langsung mengguncang pasar karena berpotensi mengerek kembali inflasi global. Bersamaan dengan itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengenakan tarif impor baru 10% hingga 12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia. Kebijakan proteksionis ini menghidupkan kekhawatiran perlambatan perdagangan dunia dan membuat bank sentral semakin berhati-hati dalam melonggarkan suku bunga.

Also Read

Kemandirian Pangan Kaltara Dimulai dari Telur, Pasok Program Gizi dan Tekan Harga

Respon investor asing pun brutal. Data Stockbit Sekuritas mencatat aksi jual bersih asing (net foreign sell) mencapai Rp759,46 miliar di seluruh pasar pada sesi I. Total transaksi investor asing melonjak ke Rp6,54 triliun, yang terdiri dari pembelian Rp2,89 triliun dan penjualan Rp3,65 triliun. Saham bank badan usaha milik negara menjadi sasaran empuk: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dilepas paling deras dengan nilai Rp386,06 miliar. Disusul PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sebesar Rp142,89 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) Rp123,37 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp113,07 miliar, dan beberapa emiten tambang lainnya seperti PT Petrosea Tbk. (PTRO) hingga PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga tak luput.

Pengaruh aksi jual langsung tampak dari deretan saham berkapitalisasi besar yang menjadi pemberat indeks. Selain BMRI, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), dan BUMI kompak menyeret IHSG ke zona merah. Seluruh sektor tanpa terkecuali melemah. Derasnya tekanan mendorong nilai transaksi keseluruhan menjadi Rp17,71 triliun dengan volume 37,84 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,25 juta kali perdagangan鈥攖anda bahwa investor ramai-ramai keluar dari pasar.

Also Read

Menganyam Asa dari Pelosok, Cetak Biru Sumsel Redam Masalah Sosial

Pasar kini dihantui kombinasi risiko yang saling menguat: perang tarif, harga energi melambung, dan pengetatan moneter global yang berkepanjangan. Investor memilih memangkas eksposur di aset berisiko seperti ekuitas, dan IHSG menjadi salah satu indeks yang paling terdampak di sesi awal. Meski belum diketahui seberapa dalam koreksi akan berlanjut, satu hal yang pasti: Jumat ini menjadi pengingat betapa rentannya bursa domestik terhadap guncangan eksternal yang datang bersamaan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca