Teka-Teki Kematian Petugas Keamanan di Tepi Waduk Jatiluhur

Uria Anyi ApuiPublished 26 Jul 2026 - 06.55 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Teka-Teki Kematian Petugas Keamanan di Tepi Waduk Jatiluhur
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Air Waduk Jatiluhur yang biasanya tenang pada akhir pekan berubah menjadi saksi bisu penemuan jasad seorang pria, Sabtu (25/7). Sekitar pukul 10.00 WIB, warga di sekitar dermaga bongkar muat ikan mendapati tubuh yang nyaris mengambang hanya tiga meter dari tepi daratan. Sosok itu belakangan dikenali sebagai Sumarna (40), petugas keamanan yang sehari-hari berjaga di kawasan waduk. Sebuah perahu milik warga yang sudah lama bersandar pun segera digunakan untuk menyusuri lokasi sebelum garis polisi membentang sepanjang kira-kira tiga meter di area sunyi tersebut.

Darmi (53), warga setempat, masih ingat betapa ramainya orang yang berdatangan begitu kabar tersiar. "Penuh sekali yang melihat," ujarnya singkat. Menurut penuturan yang berkembang di tengah masyarakat, kematian Sumarna bukan peristiwa biasa. Banyak yang berbisik bahwa ia diduga menjadi korban pembunuhan setelah menegur sekelompok pemuda yang melakukan aksi vandalisme di area waduk. Namun, Darmi juga mengingatkan bahwa cerita yang beredar kerap dibumbui. "Obrolan orang kadang suka dilebih-lebihkan," tambahnya, menyisakan ruang antara fakta dan spekulasi.

Also Read

Di Desa Cilampeni Bandung, 'Tender Rakyat' Hadirkan Transparansi dan Efisiensi Bangun Rumah MBR

Di balik kesunyian pagi itu, Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat. Kasat Reskrim, I Made Purwantara, memaparkan bahwa olah tempat kejadian perkara, visum, hingga autopsi telah dilakukan demi memastikan penyebab pasti kematian. Langkah ini diambil agar tak ada celah bagi tafsir yang keliru. Kepolisian juga sudah memeriksa 12 saksi, mulai dari rekan sekerja korban hingga penduduk yang bermukim di sekitar waduk. “Sementara kasusnya masih dalam penyelidikan dan penyidikan serta mengembangkan pelaku,” tegas Made Purwantara di hari yang sama.

Pemeriksaan terhadap belasan saksi menjadi petunjuk awal yang krusial. Kombinasi keterangan rekan kerja yang mengenal rutinitas Sumarna dan warga yang mungkin melihat atau mendengar kejadian di malam sebelumnya diharapkan mampu merangkai kronologi yang terang. Polisi tak ingin buru-buru menelan mentah-mentah desas-desus vandalisme; setiap potongan informasi diuji silang agar benang merah yang muncul benar-benar kokoh. Di tengah proses itu, dermaga yang biasanya riuh oleh bongkar muat hasil tangkapan ikan mendadak sepi, hanya disisipi pandangan ingin tahu sesekali dari nelayan yang melintas.

Also Read

Bebingah Segera Punya Adik, Kabar Kehamilan Erina Gudono Menambah Daftar Cucu Jokowi Menjadi Tujuh

Kini, garis polisi masih melintang di tepi waduk, memagari titik di mana perahu warga sempat meluncur. Bagi warga Jatiluhur, kematian Sumarna menyisakan tanya yang belum terjawab: apakah teguran seorang petugas keamanan harus berbayar nyawa? Penyelidikan kepolisian yang terus berjalan diharapkan tak hanya menjawab misteri, tetapi juga mengembalikan rasa aman di kawasan yang selama ini lebih dikenal sebagai tempat bernaung para pencari ikan, bukan lokasi pergulatan antara hidup dan mati yang tersembunyi dalam gelap malam.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca