apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/National

Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Togar PanjaitanDiterbitkan 2 Sep 2026 - 06.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Penasihat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta, Mukti Ali Qusyairi, mendorong Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat kemandirian ekonominya. Langkah ini dinilai krusial agar organisasi kemasyarakatan Islam tersebut tidak mudah bergantung pada kekuatan di luar organisasi dan terhindar dari kooptasi pihak eksternal.

Pandangan tersebut disampaikan Mukti dalam Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertajuk "Mencari Sosok Ideal Rais Aam PBNU" yang berlangsung di Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin (24/8/2026). Diskusi ini juga dihadiri oleh Instruktur Nasional PKPNU Kiai Adnan Anwar dan pengamat politik Ujang Komarudin.

Hubungan Kemandirian Ekonomi dan Sikap Politik

Mukti menegaskan bahwa independensi NU dari berbagai kekuatan politik harus diiringi dengan kemandirian ekonomi. Ia menilai ketergantungan finansial secara langsung dapat memengaruhi cara berpikir dan sikap yang diambil oleh organisasi. Menurutnya, ketika kebutuhan ekonomi belum mandiri, maka arah pemikiran pun akan cenderung mengikuti pihak penyokong.

Ia juga mengaitkan polemik internal NU belakangan ini, termasuk persoalan pengelolaan tambang, sebagai persoalan yang akar masalahnya bersumber dari ketiadaan independensi ekonomi organisasi. Tanpa fondasi ekonomi yang kuat, NU menjadi sangat rentan terhadap intervensi luar.

Baca Juga

Penyidikan Dugaan Korupsi PDNS dan Skema Pemulihan Pasca-Serangan Ransomware

Penyidikan Dugaan Korupsi PDNS dan Skema Pemulihan Pasca-Serangan Ransomware

Saat ini, Mukti menggambarkan kondisi ekonomi NU masih pas-pasan atau berada dalam kondisi "la yahya wala yamut" (tidak mati dan tidak pula hidup). Hal inilah yang dinilai membuat organisasi menjadi sangat mudah dikooptasi oleh kekuatan-kekuatan lain.

Memaksimalkan Potensi Pasar Internal

Padahal, NU memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Kekuatan ini didukung oleh jumlah warga yang melimpah, jaringan pondok pesantren yang luas, serta jutaan santri di berbagai daerah.

Mukti menyatakan bahwa jika pasar internal NU ini dikelola secara serius, potensi pendapatan yang dihasilkan bisa mencapai ratusan miliar bahkan triliunan rupiah. Pengelolaan potensi ekonomi secara mandiri ini dinilai menjadi kunci utama untuk membebaskan NU dari ketergantungan finansial pihak luar.

Baca Juga

KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Menjadi Mitra Setara bagi Negara

Dengan terbangunnya kemandirian ekonomi, NU diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih setara dengan negara, partai politik, maupun kekuatan eksternal lainnya.

Mukti menekankan pentingnya reposisi hubungan tersebut. NU harus menempatkan diri sebagai mitra setara (sparing partner) bagi negara dan partai politik, bukan lagi berada dalam pola hubungan pelindung dan klien (patron-client). Hubungan yang setara ini hanya bisa terwujud jika NU secara ekonomi telah berdiri di atas kaki sendiri.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Nahdlatul Ulama

Berita Terbaru Lainnya

Klasemen Kualifikasi Timnas Indonesia dan Langkah PSSI Lanjutkan Program NaturalisasiTimnas Indonesia Tempati Peringkat Ketiga Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026Penyidikan Dugaan Korupsi PDNS dan Skema Pemulihan Pasca-Serangan RansomwareKPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa BaruSengketa Pengelolaan TK dan SD Islam Pembangunan Pamulang MemanasBupati Kediri Lantik 121 Pejabat Baru untuk Isi Jabatan KosongKPK Sita Bukti Pengondisian Penerimaan Mahasiswa Baru di UnsoedKemensos Gelar Layanan Psikososial untuk Korban Gempa di Sikka

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap