Mengapa konsumen sering kali harus membayar ongkos kirim untuk bobot satu kilogram penuh padahal barang belanjaan online yang dibeli sangatlah ringan? Pertanyaan praktis ini kerap muncul di kalangan pengguna belanja daring di Indonesia yang sering membeli barang-barang kecil. Tren belanja online di tanah air kini memang mengalami pergeseran dengan semakin meningkatnya volume pengiriman paket berbobot ringan di bawah 300 gram. Fenomena tersebut direspons oleh pelaku industri jasa logistik yang mulai menyesuaikan skema tarif mereka agar lebih adil bagi kebutuhan kantong konsumen saat ini.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengungkapkan bahwa paket dengan berat di bawah 300 gram kini kian mendominasi lalu lintas pengiriman dari aktivitas belanja online masyarakat. Selama ini, tidak sedikit pelanggan yang menyampaikan keluhan terkait kebijakan tarif logistik konvensional. Mereka merasa dirugikan karena harus membayar biaya pengiriman berdasarkan tarif batas minimum satu kilogram, meskipun barang asli yang dikirimkan sebenarnya memiliki bobot yang jauh lebih ringan dari batas tersebut.
Jenis barang yang masuk dalam kategori bobot di bawah 300 gram ini sangat beragam dan sangat dekat dengan kebutuhan harian masyarakat. Beberapa komoditas yang paling sering dikirim oleh masyarakat Indonesia antara lain dokumen, buku saku, hijab, kaus kaki, serta aksesori fesyen seperti kalung dan gelang. Selain produk fesyen, produk perawatan diri yang kini marak dibeli secara daring seperti serum wajah, tabir surya (sunscreen), dan lipstik juga mendominasi daftar kategori paket berukuran ringan ini.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Tidak hanya terbatas pada produk kecantikan dan sandang, perlengkapan gawai atau gadget juga menyumbang porsi yang cukup besar dalam tren pengiriman paket ringan ini. Barang-barang pendukung seperti pengisi daya (charger), kabel data, baterai, pelindung ponsel (phone case), hingga jam tangan menjadi barang yang sangat sering dipesan secara daring dan dikirimkan dengan bobot di bawah 300 gram. Kebutuhan akan aksesori gawai yang praktis ini turut mendorong tingginya frekuensi pengiriman paket berukuran mini di berbagai wilayah Indonesia.
Guna menjawab keluhan dari para pelanggan mengenai beban tarif minimum satu kilogram tersebut, Lion Parcel secara resmi menghadirkan sebuah solusi melalui layanan baru bernama MINIPACK. Layanan pengiriman teranyar ini dihadirkan khusus untuk mengakomodasi pengiriman paket ringan yang beratnya berada di bawah 300 gram. Dengan adanya pilihan layanan khusus ini, pelanggan tidak perlu lagi merasa rugi menanggung biaya penuh untuk kapasitas berat pengiriman yang sebenarnya tidak mereka gunakan sepenuhnya.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Kehadiran layanan baru ini memberikan efisiensi biaya pengiriman yang cukup signifikan bagi para pelaku belanja online. Sebagai ilustrasi, untuk pengiriman paket ringan dengan rute Jakarta menuju Makassar, tarif yang dikenakan melalui layanan MINIPACK adalah sebesar Rp23.000 saja. Nilai tersebut setara dengan setengah dari tarif pengiriman reguler yang biasanya mencapai Rp46.000 per kilogram. Sementara itu, untuk rute pengiriman dari Jakarta menuju Medan, pelanggan kini hanya perlu membayar tarif sebesar Rp18.000, jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif reguler yang dipatok sebesar Rp36.000 per kilogram.






