apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Ekonomi

Tantangan Besar Mengubah Genetika Nikotin Tembakau Indonesia

Andi TobanPublished 28 Jul 2026 - 07.05 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Tantangan Besar Mengubah Genetika Nikotin Tembakau Indonesia
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Upaya menekan kadar nikotin pada tanaman tembakau di Indonesia menghadapi jalan berliku yang tidak mudah. Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa memangkas kandungan zat tersebut hingga berada di bawah ambang batas satu persen merupakan salah satu tantangan biologis terbesar bagi sektor pertanian nasional saat ini. Proses ini menuntut pendekatan ilmiah dan agronomis yang sangat mendalam, sehingga mustahil bagi para peneliti untuk menghasilkan varietas baru yang stabil dalam sekejap mata.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Hingga detik ini, tanah Nusantara belum memiliki varietas tembakau lokal murni yang secara alami memiliki kadar nikotin di bawah satu persen. Mayoritas tembakau rajangan yang menjadi bahan baku utama industri kretek nasional, seperti yang ditanam di Temanggung, Boyolali, hingga Garut, secara alami membawa warisan genetika dengan kadar nikotin berkisar antara tiga hingga delapan persen. Yudi Wahyudi, Ketua Kelompok Tanaman Semusim Direktorat Tanaman Semusim Kementan, menegaskan bahwa merombak struktur alami tanaman ini memerlukan intervensi yang presisi melalui tiga jalur utama.

Jalur pertama yang dapat ditempuh adalah melalui pemuliaan tanaman secara konvensional atau breeding. Metode klasik ini dilakukan dengan mengawinkan varietas lokal unggulan yang memiliki fisik kuat dengan varietas luar negeri yang secara genetik berkadar nikotin sangat rendah. Namun, para peneliti harus bersabar karena proses ini memerlukan puluhan generasi persilangan agar sifat rendah nikotin tersebut dapat stabil. Hal ini penting dilakukan tanpa mengorbankan daya tahan tanaman terhadap serangan hama serta kemampuannya untuk tumbuh di lahan tropis Indonesia yang menantang.

Also Read

Universal Studios Singapore dan Oceanarium Jadi Destinasi Paling Diminati Wisatawan

Universal Studios Singapore dan Oceanarium Jadi Destinasi Paling Diminati Wisatawan

Langkah kedua melibatkan teknologi mutakhir berupa rekayasa genetika modern melalui metode penyuntingan gen CRISPR. Teknik ini bekerja dengan cara menonaktifkan gen spesifik yang memproduksi enzim pembentuk nikotin di bagian akar, sebelum zat tersebut dialirkan menuju daun tanaman. Sementara itu, pendekatan ketiga lebih berfokus pada modifikasi teknik budidaya atau agronomi di lapangan. Petani dapat menekan akumulasi nikotin pada daun dengan cara mengurangi penggunaan pupuk nitrogen, membiarkan pucuk tanaman tanpa dipangkas (topping), serta menjaga pasokan air agar tetap tercukupi dengan baik selama masa tanam.

Kendati teknologi dan metode ilmiah tersebut tersedia, keberhasilan menciptakan varietas baru di laboratorium belum tentu berjalan mulus saat diaplikasikan di lahan pertanian sesungguhnya. Karakteristik tanaman tembakau sangat terikat pada faktor alamiah seperti kecocokan tanah, ketinggian lahan, cuaca, dan mikroklimat setempat atau yang dikenal dengan istilah terroir. Perbedaan kondisi geografis ini membuat sebuah varietas yang sukses di satu daerah belum tentu memberikan hasil yang sama di daerah lain.

Also Read

Pemerintah Menghidupkan Kembali Koperasi Desa untuk Memangkas Rantai Distribusi Pangan

Pemerintah Menghidupkan Kembali Koperasi Desa untuk Memangkas Rantai Distribusi Pangan

Pada akhirnya, faktor ekonomi menjadi penentu utama di tingkat tapak. Para petani lokal tentu akan bersikap pragmatis dengan mempertimbangkan nilai jual dan kepastian pasar sebelum mereka memutuskan untuk beralih menanam varietas tembakau rendah nikotin tersebut. Tanpa adanya jaminan serapan industri dan keuntungan finansial yang sepadan, transformasi pertanian tembakau ini akan sulit terealisasi sepenuhnya di lapangan.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

Kementerian Pertaniantembakaunikotinpertanianrekayasa genetika

Berita Terbaru Lainnya

Universal Studios Singapore dan Oceanarium Jadi Destinasi Paling Diminati WisatawanMembatasi Transaksi Tunai Saja Tak Cukup Sembuhkan Kanker Politik UangMegawati Mengingatkan TNI dan Polri untuk Selalu Berdiri Bersama RakyatKepercayaan Publik Terhadap Presiden Prabowo Merosot Tajam Akibat Sengkarut Program UnggulanMegawati Resmikan Monumen Kudatuli dan Ingatkan Pentingnya Kesabaran RevolusionerMengenang Tiga Dekade Tragedi Kudatuli Lewat Peresmian Monumen di JakartaInisiatif Kabinet Bayangan Diklaim Murni Kritik Tanpa Niat MakarPemerintah Menghidupkan Kembali Koperasi Desa untuk Memangkas Rantai Distribusi Pangan

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

Pendidikan

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap