apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Strategi Investasi DBS, Mengoptimalkan Peluang Global di Tengah Siklus Super Capex Baru

Domu TobingDiterbitkan 29 Jul 2026 - 11.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Investasi DBS, Mengoptimalkan Peluang Global di Tengah Siklus Super Capex Baru
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

JAKARTA - Chief Investment Office (CIO) DBS telah merilis laporan terbaru mengenai kondisi pasar terkini serta pandangan investasi untuk periode kuartal III-2026. Dalam analisisnya, DBS menyoroti bahwa perekonomian global saat ini tengah memasuki siklus super belanja modal (capex) baru yang didorong oleh fase ekspansi ganda, yakni di sektor kecerdasan buatan (AI) dan sektor energi. Momentum ini dipandang sebagai peluang strategis bagi para investor untuk menata ulang portofolio mereka.

Berdasarkan hasil riset DBS selama 18 bulan terakhir, terdapat kesenjangan yang terpantau semakin melebar antara ekspektasi politik dan hasil kebijakan yang nyata. Kesenjangan ini terutama terlihat pada isu-isu geopolitik

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
, disiplin fiskal, serta pergerakan inflasi. Chief Investment Officer DBS, Hou Wey Fook, menjelaskan bahwa bauran kebijakan yang diterapkan Amerika Serikat (AS) saat ini belum berhasil meredakan ketegangan global maupun memulihkan kebijakan fiskal yang penuh kehati-hatian. Sebaliknya, bauran kebijakan tersebut justru berkontribusi pada peningkatan risiko geopolitik, pembengkakan belanja pertahanan, serta defisit anggaran yang melebar secara struktural.

Di samping itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut membawa konsekuensi makroekonomi yang signifikan bagi pasar global. Dalam keterangan resminya pada Selasa (7/7/2026), Hou Wey Fook memaparkan bahwa konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut telah meningkatkan risiko bertahannya harga energi di tingkat yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Kerentanan pada pasokan minyak bumi global juga semakin terlihat jelas di tengah tren penurunan persediaan cadangan minyak saat ini.

Baca Juga

Pemkot Jayapura Pacu Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata untuk Masyarakat Asli Papua

Pemkot Jayapura Pacu Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata untuk Masyarakat Asli Papua

Dalam jangka pendek, tekanan inflasi global juga dipicu oleh investasi besar-besaran pada sektor kecerdasan buatan (AI). Pembangunan infrastruktur teknologi yang masif secara langsung meningkatkan permintaan terhadap berbagai kebutuhan penunjang, mulai dari perangkat lunak, komponen elektronik, hingga konsumsi daya listrik. Di sisi lain, inflasi juga didorong oleh keluarnya Tiongkok secara bertahap dari zona deflasi. Stabilisasi tekanan harga di Tiongkok ini didukung oleh penerapan kebijakan anti-involusi domestik serta kenaikan biaya input komoditas yang dipicu oleh krisis Iran. Merespons kondisi tersebut, bank-bank sentral utama dunia鈥攖ermasuk Federal Reserve (the Fed), Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank Sentral Inggris (BOE)鈥攌ini mulai mengubah haluan kebijakan mereka menjadi lebih hawkish atau netral.

Untuk menghadapi situasi pasar yang penuh tantangan ini, DBS merekomendasikan strategi diversifikasi aset guna meminimalisasi risiko. Emas, eksposur selektif pada komoditas, serta saham domestik Tiongkok dinilai menawarkan manfaat diversifikasi yang baik karena memiliki korelasi yang cenderung lebih rendah dengan pergerakan ekuitas global. Lebih lanjut, guna menangkap peluang dari tingginya intensitas capex global, DBS lebih memilih emiten penyedia sarana penunjang (tipe "pick-and-shovel"). Sektor-sektor spesifik yang diunggulkan mencakup ekosistem semikonduktor, jaringan dan perangkat keras khusus, serta penyedia layanan dan peralatan minyak.

Baca Juga

Menakar Peran Danantara di KSSK, Mengapa Hanya Memberi Masukan Tanpa Hak Suara?

Menakar Peran Danantara di KSSK, Mengapa Hanya Memberi Masukan Tanpa Hak Suara?

Sebagai lembaga keuangan yang terus memperkuat layanan manajemen kekayaannya, Bank DBS Indonesia baru-baru ini berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi pada tahun 2026. Penghargaan tersebut meliputi 'Indonesia's Best Private Bank 2026' dari FinanceAsia, 'Best Priority Banking Experience 2026' dari Asian Banking & Finance, serta predikat 'Best Wealth Manager Highly Commended' dari The Asset. Pencapaian ini memperkuat komitmen DBS dalam mendampingi nasabah mengelola portofolio investasi di tengah dinamika ekonomi global.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investasigeopolitikpasar sahamDBSCapexInflasi Global

Berita Terbaru Lainnya

Gandeng ASDP, Korlantas Polri Godok Strategi Pengamanan Nataru 2026 dan Operasi Ketupat 2027CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia Resmikan Rumah Inspirasi Ke-10 di Aceh TamiangKepala Bakom Qodari Tanggapi Polemik 'Londo Ireng', Minta Media Fokus pada Substansi Pidato PresidenKemenag Matangkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ di Lembaga PendidikanPrabowo Minta Antisipasi Dampak El Nino, BMKG Perkuat Modifikasi CuacaPWI Pusat Resmi Cabut Laporan Polisi Terhadap Hotman Paris Usai Sepakat DamaiSebelum Terjaring OTT KPK, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Sempat Bahas Pencegahan KorupsiBupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Jadi Kasus Ke-18 Sepanjang 2026

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap