Langkah ekspansi kini tengah gencar dilakukan oleh para pelaku industri kuliner di tanah air guna mengantisipasi dinamika persaingan yang semakin ketat. Melalui perluasan model bisnis yang lebih dinamis, para pelaku usaha berupaya mendongkrak sumber pendapatan baru sekaligus menjangkau segmen pasar yang lebih bervariasi. Segmen-segmen ini mencakup sektor ritel untuk konsumen akhir, sektor korporasi untuk kebutuhan perkantoran, hingga sektor industri skala besar. Strategi diversifikasi ini dinilai menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnis jangka panjang di tengah ketidakpastian pasar.
Salah satu contoh nyata dari penerapan strategi diversifikasi ini ditunjukkan oleh Umara Group. Perusahaan kuliner ini secara konsisten memperluas portofolio bisnisnya agar tidak hanya bergantung pada satu lini pendapatan saja. Saat ini, portofolio usaha yang dimiliki oleh Umara Group telah mencakup pengelolaan restoran keluarga, layanan katering premium, katering industri untuk kebutuhan korporasi besar, hingga manufaktur pangan. Tidak hanya itu, mereka juga memproduksi makanan siap saji dengan teknologi retort serta produk makanan beku (frozen food) yang menyasar pasar ritel. Sebagai bagian dari langkah memperkokoh eksistensinya di sektor restoran keluarga, Umara Group meresmikan Roemah Umara, sebuah restoran keluarga baru yang berlokasi strategis di kawasan Veteran, Jakarta Selatan.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Direktur Utama Umara Group, R. Chandra, menegaskan bahwa diversifikasi merupakan langkah mendasar untuk memperkuat daya saing perusahaan di tengah industri makanan yang terus berkembang. Menurut Chandra, kemampuan untuk menawarkan berbagai jenis layanan makanan membantu perusahaan tetap relevan bagi berbagai profil konsumen. Strategi diversifikasi ini didukung secara penuh oleh unit-unit usaha internal mereka yang bergerak di bidang katering premium dan katering industri, manufaktur pangan, hingga penyediaan layanan white label. Layanan white label ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha makanan lain yang ingin memproduksi produk kuliner mereka sendiri tanpa harus membangun fasilitas manufaktur dari awal.
Dalam rencana strategis ke depan, Umara Group membidik penguatan pasar di tiga pilar utama, yakni business-to-business (B2B), business-to-government (B2G), dan business-to-consumer (B2C). Untuk merealisasikan target tersebut, perusahaan telah menyusun sejumlah rencana ekspansi yang komprehensif. Beberapa di antaranya meliputi pembukaan jaringan restoran baru di wilayah Jakarta guna memperkuat penetrasi pasar B2C. Selain itu, pengembangan produk makanan siap saji yang praktis serta perluasan pasar untuk layanan katering juga terus dipacu demi mengamankan kontrak-kontrak baru di sektor B2B dan B2G.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Guna memperluas jangkauan layanan katering industri dan kemitraan korporat, Umara Group juga bersiap untuk berkolaborasi dengan mitra-mitra strategis di sektor otomotif dan energi. Perusahaan berencana menjalin kolaborasi bisnis dengan Imora Motor serta Prospect Motor. Selain itu, perluasan kerja sama juga akan menyasar perusahaan-perusahaan tambang serta minyak dan gas (migas) yang membutuhkan pasokan katering industri dalam skala besar untuk operasional lapangan mereka. Di kancah internasional, Umara Group bahkan membidik peluang untuk berkontribusi dalam memasok produk makanan nusantara ke Arab Saudi. Langkah ini ditujukan untuk melayani kebutuhan katering bagi jamaah asal Indonesia yang sedang melaksanakan ibadah haji dan umrah.






