PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus memperkuat posisinya di jalur profitabilitas dengan mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal kedua tahun 2026. Perusahaan teknologi terbesar di Indonesia ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar sepanjang kuartal II-2026. Pencapaian ini menandai keberhasilan GoTo dalam mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, sekaligus mempertegas pembalikan kinerja dari kerugian yang dialami pada tahun sebelumnya.
CEO GoTo, Hans Patuwo, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak lepas dari berbagai strategi efisiensi dan optimalisasi lini bisnis yang dijalankan perusahaan. Laba bersih pada kuartal II-2026 tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 47% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Selain itu, EBITDA Grup yang disesuaikan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, hingga melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan.
Salah satu motor utama di balik pertumbuhan laba GoTo kali ini adalah kinerja cemerlang dari sektor teknologi finansial atau Fintech. Pendapatan bersih dari segmen Fintech melonjak hingga 53% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan nilai melampaui Rp2 triliun pada kuartal II-2026. Lebih mengesankan lagi, EBITDA yang disesuaikan untuk lini bisnis Fintech meroket sebesar 447% YoY menjadi Rp481 miliar. Lonjakan ini membuat profitabilitas bisnis Fintech GoTo berhasil melampaui bisnis layanan on-demand (On-demand Services/ODS) untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Sementara itu, lini bisnis On-demand Services (ODS) yang menaungi layanan transportasi dan pengiriman tetap menunjukkan performa yang solid. Pendapatan bersih dari lini ODS pada kuartal kedua ini tercatat mencapai Rp3,6 triliun. EBITDA yang disesuaikan untuk segmen ini berada di angka Rp464 miliar, atau tumbuh sebesar 41% YoY. Kekuatan operasional ODS juga tecermin dari peningkatan margin di berbagai segmen layanannya. Margin segmen pengiriman (delivery) yang mencakup GoFood dan GoSend naik menjadi 2,1% dari sebelumnya 1,8% pada tahun lalu. Di sisi lain, margin segmen mobilitas (mobility) seperti GoRide dan GoCar melesat menjadi 5,0% dari posisi 3,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun menunjukkan tren positif, GoTo tetap melakukan penyesuaian target untuk masing-masing lini bisnisnya guna menghadapi dinamika pasar. Langkah ini dipengaruhi oleh kebijakan komisi baru sebesar 8% yang mulai diterapkan sejak 1 Juli 2026. Akibat kebijakan komisi tersebut, GoTo memutuskan untuk menurunkan target EBITDA ODS yang disesuaikan untuk setahun penuh menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun. Namun, penurunan target di sektor ODS ini diimbangi oleh kenaikan target EBITDA yang disesuaikan untuk segmen Fintech, yang kini dipatok menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Secara keseluruhan, GoTo tetap optimistis dalam memandang prospek bisnis hingga akhir tahun. Perusahaan memutuskan untuk mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Dengan strategi penyeimbangan performa antara lini Fintech dan ODS, manajemen GoTo berharap dapat menjaga konsistensi laba bersih di kuartal-kuartal mendatang, meskipun ketidakpastian pasar global dan domestik tetap menuntut pengelolaan biaya operasional yang disiplin.






