apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Lingkungan

Stasiun Pasar Minggu Dikepung TPS Liar, Bau Busuk Menyebar dan Jalanan Makin Sempit

Togar PanjaitanDiterbitkan 26 Jul 2026 - 15.30 · 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Stasiun Pasar Minggu Dikepung TPS Liar, Bau Busuk Menyebar dan Jalanan Makin Sempit
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Pada Sabtu (25/7/2026), kawasan Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, bukan lagi sekadar tempat singgah komuter. Dari sisi selatan stasiun, tepatnya 20 meter dari kantong parkir dan perlintasan kereta, tumpukan sampah menggunung. Bukan hanya tinggi, limbah itu sudah menyeruak hingga ke Jalan Arteri Tanjung Barat, menciptakan pemandangan kontras antara lalu lintas yang padat dan lautan plastik, sisa makanan, serta aneka barang buangan.

Bau busuk menjadi pertanda yang paling menusuk. Tercium hingga radius 50 meter, aroma menyengat itu kian liar saat kereta melintas; angin yang ikut terbawa gerbong seolah menyapu dan menyebarkan partikel bau ke penjuru permukiman. Tiupan angin alami pun tak kalah garang, mengirimkan pesan olfaktori yang langsung menyergap siapa pun yang berada di dekat rel. Warga yang bermukim hanya 30–50 meter dari titik itu tak bisa mengelak.

Baca Juga

Kisah Amir, Napi Kasus TPPO yang Pelopori Lahirnya Kopi Kemasan Paskopi di Lapas Garut

Kisah Amir, Napi Kasus TPPO yang Pelopori Lahirnya Kopi Kemasan Paskopi di Lapas Garut

Tumpukan ini bukan tempat pembuangan resmi. Awalnya, lokasi itu adalah titik kumpul sampah bagi warga RW 008 saja. Namun, kenyataannya kini berubah menjadi tempat pembuangan liar (TPS liar) yang terbuka bagi siapa saja. Motor-motor berhenti, tangan melempar kantong keresek berisi sampah, lalu pergi begitu saja. Gerobak pedagang yang memenuhi satu ruas jalan arteri ikut menyumbat akses, membuat badan jalan yang sempit semakin terhimpit ke arah perlintasan kereta. Lokasi persis berada di seberang lahan pembebasan yang direncanakan untuk jalur tembus ke BIN.

Ketua RT 02 RW 008, Titin, mengungkapkan rasa frustasinya. “Kita seperti sudah menyerah soal pembuangan sampah itu,” ujarnya, merekam kepasrahan warga. Ia bercerita, upaya membersihkan tumpukan sudah berkali-kali dilakukan. Truk pengangkut dan alat berat dikirim oleh Dinas Lingkungan Hidup, tapi seolah sia-sia. Baru saja tumpukan dikurangi, tangan-tangan lain datang dari berbagai penjuru: Condet, Kampung Jawa, hingga RW 6 dan RW 7. “Truk pergi, beko pergi, yang buang sampah nonstop 24 jam di situ. Terus kita harus bagaimana lagi?” keluhnya. Menurut Titin, para pembawa sampah itu umumnya berboncengan motor, memakai helm, dan jelas bukan warga setempat.

Baca Juga

Kementerian Kehutanan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla di Kalimantan, Satu Izin Dibekukan

Kementerian Kehutanan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla di Kalimantan, Satu Izin Dibekukan

Fenomena ini seperti cermin potret pengelolaan sampah yang limbung. Sebuah titik yang semula solusi lokal berubah menjadi masalah regional karena absennya pengawasan dan disiplin kolektif. Jalanan yang makin sempit tak hanya menciptakan kemacetan, tetapi juga menebar ancaman kesehatan dari bau busuk yang terus-menerus. Hingga angin dan kereta setia menyebarkannya, warga di sekitar Stasiun Pasar Minggu hanya bisa berharap ada intervensi yang lebih tegas, bukan sekadar siklus angkut dan tumpuk tanpa akhir.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

sampah liarkeluhan wargaJakarta SelatanStasiun Pasar Minggubau busukTPS liar

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap