Pemerintah Vietnam mengambil tindakan tegas dalam mengusut kasus dugaan korupsi besar yang mengguncang sektor pertanian negara tersebut. Kepolisian Vietnam secara resmi telah melakukan penangkapan terhadap Wakil Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup, Hoang Trung. Langkah hukum ini diambil dalam rangka penyelidikan mendalam atas kasus dugaan suap yang berkaitan erat dengan aktivitas ekspor komoditas buah durian ke China.
Berdasarkan pernyataan resmi dari Kementerian Keamanan Publik Vietnam, Hoang Trung diduga kuat telah menyalahgunakan kewenangan jabatan yang diembannya. Ia dituding menerbitkan kebijakan-kebijakan ilegal, termasuk menciptakan aturan berupa "sub-lisensi" secara sepihak. Tindakan penyalahgunaan wewenang tersebut ditengarai telah menghasilkan keuntungan ilegal dalam jumlah yang sangat besar dari rantai ekspor buah durian. Dampak dari kasus ini pun langsung berimbas pada posisi politiknya, di mana Hoang Trung secara resmi telah dikeluarkan dari keanggotaan Partai Komunis pada 28 Juli.
Langkah penertiban dari aparat penegak hukum setempat juga menyasar pejabat lain di lingkungan kementerian tersebut. Polisi menahan Nguyen Quang Hieu, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Departemen Produksi Tanaman dan Perlindungan Tanaman. Nguyen Quang Hieu dituduh melakukan pelanggaran serupa yang berfokus pada proses sertifikasi ekspor durian. Tidak hanya itu, kepolisian juga menangkap dua pejabat lain dari kementerian yang sama atas dugaan tindakan pemalsuan dokumen resmi.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Skandal penyuapan dan manipulasi izin ini dinilai telah membawa dampak buruk yang sangat luas bagi industri hortikultura negara. Praktik-praktik manipulatif tersebut telah menimbulkan kerugian serius bagi para petani lokal serta kalangan eksportir yang mengandalkan mata pencaharian mereka dari perdagangan buah durian. Selain menggerus anggaran negara akibat kebocoran dan penyimpangan keuangan, skandal ini juga dikhawatirkan dapat mencoreng reputasi global sektor pertanian Vietnam secara keseluruhan.
Kini, fokus penyelidikan kepolisian diarahkan pada prosedur sertifikasi pengiriman durian ke China. Proses sertifikasi yang bermasalah ini melibatkan Pusat Pengujian, Sertifikasi, dan Layanan Kualitas yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pertanian. Penyelidikan juga melebar ke sektor swasta dengan memeriksa peran serta aktivitas dari dua perusahaan yang terkait, yakni NhoNho Technology dan Thuy Fruit.
KPK Sita Bukti Pengondisian Penerimaan Mahasiswa Baru di Unsoed

Kasus yang menjerat sang wakil menteri ini merupakan kelanjutan dari penyelidikan hukum yang telah berlangsung sejak tahun 2025. Pada tahun tersebut, media lokal VnExpress sempat melaporkan bahwa pihak kepolisian telah menahan delapan orang yang diduga kuat terlibat dalam berbagai praktik korupsi terkait rantai ekspor durian.
Komoditas durian sendiri merupakan salah satu andalan ekspor utama bagi sektor pertanian Vietnam dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Sepanjang periode tahun 2021 hingga 2025, Vietnam tercatat telah mengekspor lebih dari tiga juta ton durian segar serta hampir 190.000 ton durian beku. Dari total volume ekspor durian tersebut, porsi yang dikirimkan ke pasar China sangat mendominasi, yakni mencapai lebih dari 95 persen. Tingginya ketergantungan pada pasar ekspor ini diduga dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pejabat untuk mencari keuntungan pribadi secara ilegal.






