Perkembangan terbaru di Bursa Efek Indonesia menunjukkan adanya pergeseran strategi yang cukup menarik dari para pemodal internasional. Meskipun secara akumulatif investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp273,5 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Rabu, 6 Agustus 2026, hal tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan sentimen negatif. Di balik angka penjualan bersih tersebut, terlihat adanya pergerakan rotasi portofolio yang cukup jelas dari saham-saham kategori defensif menuju saham-saham perbankan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta saham di sektor energi.
Salah satu indikasi paling kuat dari rotasi portofolio ini adalah penurunan eksposur asing pada saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Saham bank swasta terbesar di tanah air ini, yang selama ini kerap diandalkan sebagai instrumen defensif saat pasar bergejolak, justru mengalami tekanan jual paling besar dari investor asing. Nilai transaksi jual bersih asing pada saham BBCA tercatat mencapai Rp215 miliar. Langkah pelepasan saham defensif ini dilakukan bersamaan dengan peningkatan kepemilikan investor asing pada saham-saham yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).








