apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Sinyal Ekspansi Manufaktur Juli 2026, Mampukah Industri Kembali Menyerap Banyak Tenaga Kerja?

Nyaring AranDiterbitkan 6 Agu 2026 - 01.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sinyal Ekspansi Manufaktur Juli 2026, Mampukah Industri Kembali Menyerap Banyak Tenaga Kerja?
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Aktivitas sektor manufaktur di Indonesia menunjukkan perkembangan positif pada bulan Juli 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada periode tersebut dilaporkan kembali berada di zona ekspansif dengan menempati posisi 50,2. Kondisi ini menandakan adanya pemulihan jika dibandingkan dengan pencapaian pada bulan sebelumnya. Pada bulan Juni, PMI manufaktur Indonesia tercatat berada di angka 46,9. Perubahan ke zona ekspansif ini memberikan sinyal awal pemulihan bagi sektor industri. Laporan dari S&P Global Market Intelligence juga menyebutkan bahwa sejumlah perusahaan manufaktur sudah mulai melakukan perekrutan tenaga kerja

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
kembali. Keputusan untuk merekrut tenaga kerja baru ini dipicu oleh adanya peningkatan pada volume produksi serta kondisi pesanan baru yang dinilai mulai stabil.

Meskipun indikator PMI manufaktur menunjukkan adanya perbaikan, situasi ketenagakerjaan di sektor industri ini diperkirakan belum akan pulih sepenuhnya dalam waktu dekat. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, memberikan penilaian tersendiri terhadap kondisi ini. Menurut analisis Faisal, proses perekrutan tenaga kerja di sektor industri diperkirakan belum akan berlangsung secara masif hingga akhir tahun nanti. Sinyal pemulihan yang terlihat pada saat ini dinilai masih belum terlalu kuat untuk mendorong penyerapan tenaga kerja dalam skala yang sangat besar di berbagai subsektor industri tanah air.

Faisal menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang melandasi penilaian tersebut. Salah satunya adalah kondisi permintaan ekspor yang dinilai terus mengalami penurunan. Selain itu, penerimaan pesanan atau order baru yang masuk ke perusahaan-perusahaan manufaktur pada saat ini lebih banyak dipicu oleh adanya kenaikan pada order atau pesanan domestik. Kenaikan pesanan domestik ini pun dinilai masih dalam jumlah yang sedikit. Oleh karena itu, tingkat pemulihan aktivitas industri masih terbatas dan belum cukup kuat untuk memicu perekrutan tenaga kerja secara besar-besaran di semua sektor.

Baca Juga

Langkah Kemenaker Genjot Kompetensi Kerja, Target 270 Ribu Peserta Vokasi dan Seleksi Ketat Program Magang

Langkah Kemenaker Genjot Kompetensi Kerja, Target 270 Ribu Peserta Vokasi dan Seleksi Ketat Program Magang

Terkait dengan penyerapan tenaga kerja hingga akhir tahun, Faisal mengidentifikasi sektor tertentu yang memiliki peluang paling baik. Menurut Faisal, industri makanan dan minuman berpotensi menjadi sektor industri yang paling banyak menyerap tenaga kerja hingga akhir tahun nanti. Untuk mendukung sektor ini dan industri manufaktur lainnya, Faisal menyarankan agar pemerintah memberikan dukungan kebijakan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban industri, terutama yang berkaitan dengan biaya bahan baku, biaya energi, hingga biaya ketenagakerjaan.

Tantangan mengenai kinerja ekspor yang dihadapi industri dalam negeri juga disoroti oleh pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjuddin Noer Effendi. Tadjuddin memberikan catatan mengenai penurunan ekspor nikel dari Indonesia ke negara China yang terjadi belakangan ini. Menurut Tadjuddin, belakangan ini ekspor nikel dari Indonesia ke China juga sudah mulai menunjukkan penurunan.

Baca Juga

KSP Dorong RUU Sistranas Jadi Payung Hukum Integrasi Transportasi Massal

KSP Dorong RUU Sistranas Jadi Payung Hukum Integrasi Transportasi Massal

Meskipun demikian, Tadjuddin memperkirakan bahwa industri padat karya memiliki peluang yang besar apabila tren pemulihan terus berlanjut. Menurutnya, industri padat karya akan menjadi kelompok industri yang paling berpeluang meningkatkan penyerapan tenaga kerja jika tren pemulihan PMI manufaktur terus berlanjut. Sektor-sektor padat karya seperti industri tekstil, garmen, sepatu, serta makanan dinilai masih menjadi penyerap tenaga kerja yang terbesar.

Untuk mendorong agar penyerapan tenaga kerja dapat berjalan lebih cepat, Tadjuddin mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata. Tadjuddin mendorong agar pemerintah memberikan berbagai bentuk insentif kepada industri-industri yang cepat menyerap tenaga kerja. Menurut penilaiannya, insentif yang diberikan oleh pemerintah tersebut dapat berupa kemudahan dalam mengakses kredit maupun pemberian keringanan pajak. Dengan adanya dukungan insentif ini, diharapkan industri dapat lebih cepat pulih dan kembali menjadi mesin penyerapan tenaga kerja yang efektif.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

industri padat karyaEkonomi IndonesiaTenaga KerjaPMI Manufaktur

Berita Terbaru Lainnya

Truk Boks Terguling di Interchange Karawang Barat Akibat Jalan BergelombangAktivitas Vulkanik Gunung Sinabung Meningkat, Pemkab Karo Perketat Batas Zona AmanRespons Sufmi Dasco soal Dorongan Kader Gerindra Sulsel agar Prabowo Maju Dua PeriodeKPK Ungkap Modus Potong TPP ASN dalam Kasus Gratifikasi Bupati KuansingLangkah Kemenaker Genjot Kompetensi Kerja, Target 270 Ribu Peserta Vokasi dan Seleksi Ketat Program MagangKSP Dorong RUU Sistranas Jadi Payung Hukum Integrasi Transportasi MassalKemendagri Godok Formulasi DAU untuk Bantu Pemda yang Kesulitan Bayar Gaji PPPKSidang Antimonopoli Akuisisi Paramount-WBD Ditunda ke 2027, Denda Keterlambatan Membengkak

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

Kesehatan

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap