Pemerintah Kota Batam memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis pengembangan investasi berbasis teknologi di wilayahnya. Hal ini ditegaskan saat Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menghadiri acara penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Data Center. Prosesi penandatanganan kerja sama penyediaan energi listrik ini berlangsung di Auditorium Tanjung Kasam, Kantor PLN Batam, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Sinergi antara penyedia layanan kelistrikan dan pelaku industri digital tersebut dinilai menjadi tonggak penting bagi perkembangan ekonomi daerah. Kehadiran Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra dalam agenda tersebut menunjukkan komitmen kuat dari jajaran pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, khususnya yang menyasar pada sektor teknologi tinggi. Penyediaan pasokan listrik yang andal dari PT PLN Batam menjadi kunci utama untuk menarik minat para investor menanamkan modalnya di kota ini.
Secara geografis, Batam memiliki keunggulan kompetitif yang sangat besar karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Posisi strategis ini kian diperkuat dengan letaknya yang berbatasan langsung dengan Singapura, salah satu pusat keuangan dan teknologi global. Kondisi geografis tersebut menjadikan Batam sangat ideal sebagai gerbang investasi internasional, terutama dalam memfasilitasi kebutuhan infrastruktur digital regional yang memerlukan konektivitas cepat dan aman.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Saat ini, Batam tengah aktif melakukan transformasi ekonomi yang signifikan. Kota ini sedang bergeser dari kawasan industri manufaktur konvensional menuju pusat investasi teknologi informasi dan pusat data (data center). Salah satu rencana investasi besar yang sedang dipersiapkan adalah kemitraan antara Firmus Technologies Australia bersama Nvidia. Kerja sama kedua perusahaan teknologi global ini bertujuan untuk mengembangkan fasilitas produksi Graphics Processing Unit (GPU) di Batam, yang ditargetkan dapat mulai beroperasi pada triwulan pertama tahun 2027.
Meskipun transformasi menuju sektor teknologi informasi sedang berjalan, sektor manufaktur saat ini masih menjadi penopang utama bagi perekonomian Batam. Sektor manufaktur konvensional tercatat memberikan kontribusi sekitar 52 hingga 56 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam. Peran industri manufaktur Batam bahkan jauh lebih luas karena menyumbang sekitar 62 hingga 68 persen terhadap total perekonomian di tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Masuknya investasi berbasis teknologi tinggi seperti pusat data dan fasilitas produksi GPU diharapkan dapat mendiversifikasi sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Kesiapan Batam dalam menyambut industri berbasis teknologi tinggi juga didukung oleh kualitas sumber daya manusianya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Batam kini telah mencapai angka 83,8. Capaian indeks tersebut menempatkan Batam sebagai pemilik IPM tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus memosisikannya masuk dalam jajaran lima besar di Pulau Sumatra. Tingkat IPM yang tinggi ini mencerminkan kesiapan tenaga kerja lokal untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri modern yang membutuhkan keahlian khusus dan penguasaan teknologi.
Melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, penyedia layanan infrastruktur seperti PT PLN Batam, BP Batam, serta para pelaku industri seperti PT Altiva Identity Data Center, Batam optimistis dapat mempercepat langkahnya menjadi pusat digital terkemuka di kawasan Asia Tenggara. Dukungan regulasi, jaminan ketersediaan energi, serta kualitas sumber daya manusia yang mumpuni menjadi modal utama kota ini dalam menyongsong era baru investasi berbasis teknologi tinggi.






