Perum Bulog berhasil mencatatkan pencapaian penting dalam menjaga ketahanan pangan di tanah air. Realisasi serapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh Perum Bulog dilaporkan telah mencapai 87,4 persen hingga memasuki awal Agustus 2026. Angka persentase serapan tersebut diketahui setara dengan 3,5 juta ton beras. Dengan adanya realisasi penyerapan yang berjalan optimal ini, total keseluruhan stok beras yang berada di bawah pengelolaan Perum Bulog saat ini telah mencapai 5,4 juta ton.
Upaya pengelolaan cadangan pangan nasional ini dipimpin oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Dalam rangka menunjukkan transparansi pengelolaan persediaan pangan kepada masyarakat, Ahmad Rizal Ramdhani mengajak para mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk berkunjung secara langsung ke Gudang Stok Beras Perum Bulog yang berlokasi di Jakarta. Kunjungan yang dilaksanakan pada hari Senin, 29 Juni 2026 tersebut bertujuan untuk memperlihatkan kondisi riil dari kesiapan infrastruktur penyimpanan beras yang dikelola oleh Bulog secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, pihak perusahaan menegaskan rencana untuk tetap melanjutkan ambisi swasembada pangan pada tahun ini. Target swasembada pangan tersebut akan terus diupayakan meskipun terdapat berbagai tantangan berat yang menghadang, seperti fenomena cuaca ekstrem El Nino godzilla serta penyusutan lahan pertanian yang terjadi secara bertahap. Segala perkembangan mengenai proses serapan beras ini juga telah dilaporkan secara resmi kepada pihak pemerintah, termasuk kepada Menteri Pertanian, Menteri Koordinator, hingga Presiden Republik Indonesia.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Persediaan beras sebesar 5,4 juta ton yang saat ini dikuasai oleh Perum Bulog belum mencakup seluruh cadangan pangan nasional. Jumlah stok tersebut belum termasuk persediaan beras yang berada di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) yang diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton. Selain itu, ketahanan pangan nasional juga didukung oleh potensi tanaman padi yang masih berada di lahan pertanian atau standing crop sebesar 10 juta ton. Dengan menggabungkan seluruh persediaan tersebut, total cadangan beras nasional secara keseluruhan diperkirakan mencapai angka 25 hingga 26 juta ton. Jumlah total cadangan ini dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras nasional yang berada di kisaran 22 juta ton.
Meskipun kondisi persediaan pangan saat ini tergolong melimpah, langkah antisipasi terhadap penurunan produksi tetap dilakukan. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa luas area panen padi akan mengalami penyusutan selama tiga bulan ke depan. Guna mengantisipasi dampak dari berkurangnya luas lahan panen tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan program khusus bernama Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PMAS). Di bawah program PMAS ini, hasil per hectare yang ditanam diproyeksikan mampu mencapai antara 10 sampai 12,8 juta ton, melonjak signifikan jika dibandingkan dengan hasil panen biasa yang umumnya hanya mencapai 5 sampai 6 ton.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Sebagai langkah strategis ke depan, Perum Bulog menargetkan realisasi penyerapan beras dapat menyentuh angka 4 juta ton yang diperkirakan akan tercapai pada September 2026 mendatang. Setelah target penyerapan sebesar 4 juta ton tersebut berhasil diraih pada akhir September, Bulog memastikan tidak akan menghentikan proses penyerapan. Pihak Bulog berkomitmen untuk tetap melanjutkan kegiatan penyerapan beras pada bulan Oktober, November, Desember, dan periode-periode selanjutnya demi menjaga ketersediaan pangan secara berkesinambungan.






