Pemerintah Jepang tengah merancang kebijakan besar untuk meringankan beban belanja masyarakat di tengah lonjakan harga barang. Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah pemangkasan pajak penjualan untuk produk makanan dan minuman. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menekan pengeluaran harian rumah tangga yang kian meningkat.
Rencana tersebut menargetkan penurunan tarif pajak penjualan makanan dan minuman secara signifikan, dari yang saat ini sebesar 8 persen menjadi hanya 1 persen. Pengurangan tarif ini diproyeksikan akan berlaku selama dua tahun, dengan target implementasi mulai April 2027. Kebijakan penurunan pajak ini sendiri merupakan salah satu janji politik utama dari Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.
Meskipun demikian, rencana ini masih dalam tahap pematangan. Sekretaris Kabinet Kepala, Minoru Kihara, menyatakan bahwa pemerintah saat ini belum menyelesaikan pembahasan secara menyeluruh mengenai detail pemangkasan pajak penjualan tersebut. Di sisi lain, sejumlah media terkemuka di Jepang seperti Asahi, TBS, dan Nikkei telah melaporkan bahwa penurunan tarif pajak makanan menjadi 1 persen kemungkinan besar memang akan dimulai pada April 2027. Langkah penyusunan rancangan kebijakan oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa diperkirakan segera berjalan setelah PM Takaichi memberikan instruksi resminya, yang dijadwalkan paling cepat pada 30 Juli.








