apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Semua Barang Mahal! Tetangga RI Lakukan Ini Bantu Warga Belanja

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 29 Jul 2026 - 08.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Semua Barang Mahal! Tetangga RI Lakukan Ini Bantu Warga Belanja
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Jepang tengah merancang kebijakan besar untuk meringankan beban belanja masyarakat di tengah lonjakan harga barang. Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah pemangkasan pajak penjualan untuk produk makanan dan minuman. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menekan pengeluaran harian rumah tangga yang kian meningkat.

Rencana tersebut menargetkan penurunan tarif pajak penjualan makanan dan minuman secara signifikan, dari yang saat ini sebesar 8 persen menjadi hanya 1 persen. Pengurangan tarif ini diproyeksikan akan berlaku selama dua tahun, dengan target implementasi mulai April 2027. Kebijakan penurunan pajak ini sendiri merupakan salah satu janji politik utama dari Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.

Meskipun demikian, rencana ini masih dalam tahap pematangan. Sekretaris Kabinet Kepala, Minoru Kihara, menyatakan bahwa pemerintah saat ini belum menyelesaikan pembahasan secara menyeluruh mengenai detail pemangkasan pajak penjualan tersebut. Di sisi lain, sejumlah media terkemuka di Jepang seperti Asahi, TBS, dan Nikkei telah melaporkan bahwa penurunan tarif pajak makanan menjadi 1 persen kemungkinan besar memang akan dimulai pada April 2027. Langkah penyusunan rancangan kebijakan oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa diperkirakan segera berjalan setelah PM Takaichi memberikan instruksi resminya, yang dijadwalkan paling cepat pada 30 Juli.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Baca Juga

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor

Pemerintah Jepang sengaja memilih tarif 1 persen alih-alih menghapusnya sama sekali menjadi 0 persen. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan operasional di lapangan. Jika pajak dihapuskan sepenuhnya menjadi nol persen, pelaku usaha ritel harus melakukan penyesuaian besar-besaran pada sistem kasir dan operasional toko mereka. Dengan tetap memberlakukan tarif di atas nol persen, proses transisi di sektor ritel diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan minim hambatan teknis.

Di balik potensi manfaatnya bagi konsumen, kebijakan ini memicu kekhawatiran fiskal yang cukup besar. Program pemotongan pajak ini diperkirakan akan menelan anggaran yang sangat besar, yakni mencapai lebih dari 4 triliun yen atau setara dengan sekitar Rp720 triliun per tahun. Hingga saat ini, skema pendanaan untuk menutupi biaya tersebut masih belum menemui titik terang. Panel lintas partai yang ditugaskan untuk membahas kebijakan ini dilaporkan gagal mencapai kesepakatan mengenai sumber dana yang akan digunakan.

Baca Juga

IHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia Definitif

IHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia Definitif

Ekonom dari Daiwa Institute of Research, Akane Yamaguchi, menilai bahwa keputusan pemerintah ini sebenarnya sudah diantisipasi oleh pasar. Namun, ia menekankan bahwa kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara tetap membayangi. Selain itu, Yamaguchi juga mengingatkan bahwa pemotongan pajak konsumsi ini belum tentu menurunkan harga barang di pasar secara signifikan sesuai harapan masyarakat. Akibatnya, manfaat langsung yang dirasakan oleh setiap rumah tangga berpotensi lebih kecil dari yang diperkirakan semula.

Sebagai langkah tambahan untuk menopang daya beli masyarakat, pemerintah Jepang juga sedang mempertimbangkan opsi pemberian bantuan tunai. Bantuan ini akan menyasar rumah tangga tertentu dengan alokasi anggaran sekitar 600 miar yen atau berkisar Rp10,8 triliun per tahun. Jika rencana ini disetujui, penyaluran bantuan tunai tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada musim gugur tahun 2027.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jepangkebijakan fiskalPajak PenjualanSanae TakaichiBantuan Tunai

Berita Terbaru Lainnya

Diler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan SemikonduktorKekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air BersihMilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Diacungi Jempol, Fasilitas Supersoccer Arena Kudus Berstandar InternasionalIHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia DefinitifMenakar Peran Danantara di KSSK, Ikut Rapat Koordinasi, tetapi Tanpa Hak SuaraMengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini PenjelasannyaGubernur BI Mundur, Purbaya Jamin Kebijakan KSSK Tetap Solid dan Ramah Pasar

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap