Kasus dugaan pembunuhan yang menimpa Ruly Yunis Setiawati (50), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Bangkalan, hingga saat ini masih menyisakan tanda tanya besar bagi publik dan pihak berwenang. Sudah lebih dari satu bulan berlalu sejak jasad korban pertama kali ditemukan, namun Erlan yang merupakan terduga pelaku pembunuhan tersebut masih belum berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Keberadaan terduga pelaku yang masih bebas berkeliaran ini menjadi perhatian serius, terutama bagi pihak keluarga korban yang menuntut keadilan serta kejelasan hukum atas peristiwa tragis yang menimpa anggota keluarga mereka.
Peristiwa memilukan ini pertama kali mengemuka setelah jasad Ruly Yunis Setiawati ditemukan pada hari Rabu, 25 Juni. Korban yang diketahui memegang jabatan penting sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam sebuah mobil dinas. Kendaraan operasional berpelat merah dengan nomor polisi M 1090 GP itu ditemukan terparkir di area parkiran Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Penemuan jasad di dalam mobil dinas di area bandara tersebut langsung menggegerkan publik dan memicu penyelidikan mendalam dari aparat kepolisian setempat.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Meskipun proses penyelidikan telah berjalan selama lebih dari satu bulan sejak penemuan jasad korban, upaya untuk mengamankan terduga pelaku pembunuhan masih menemui jalan buntu. Risang Bima Wijaya, pengacara yang ditunjuk untuk mewakili pihak keluarga Ruly Yunis Setiawati, memberikan keterangan mengenai perkembangan terkini dari pencarian terduga pelaku tersebut. Menurut penjelasan dari Risang Bima Wijaya, aparat kepolisian saat ini dinilai telah kehilangan jejak dari Erlan. Keberadaan terduga pelaku tersebut masih belum terlacak sama sekali oleh petugas di lapangan, sehingga pihak keluarga masih harus menunggu dalam ketidakpastian.
Di sisi lain, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka terus berupaya keras untuk melacak keberadaan terduga pelaku. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa tim gabungan kepolisian masih aktif melakukan pengejaran di lapangan. AKBP Arbaridi Jumhur menyatakan bahwa petugas saat ini terus memantau secara ketat serta memeriksa jaringan pertemanan terdekat dari target operasi. Langkah memantau pertemanan Erlan ini diambil guna melacak ke mana saja terduga pelaku melarikan diri atau mencari perlindungan selama masa pelariannya ini.
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Penyelidikan kasus kematian Sekretaris DPRKP Bangkalan ini juga mendapat perhatian khusus dari tingkat markas besar kepolisian di Jakarta. Sejak awal penanganan perkara ini dimulai, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah ikut serta memberikan bantuan dan asistensi kepada tim penyidik di daerah dalam mengusut kasus kematian Ruly. Kerja sama antara Bareskrim Polri dan tim gabungan Polda Jawa Timur ini diharapkan dapat memperkuat proses penyelidikan. Kendati demikian, hingga saat ini keberadaan Erlan masih menjadi misteri dan kepolisian terus berupaya keras agar terduga pelaku dapat segera diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.






