apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Said Abdullah Ingatkan Pemerintah Waspadai Perlambatan Industri di Tengah Pertumbuhan Ekonomi

Andi TobanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 08.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Said Abdullah Ingatkan Pemerintah Waspadai Perlambatan Industri di Tengah Pertumbuhan Ekonomi
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai angka 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sinyal positif bagi kondisi perekonomian nasional. Meski demikian, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengingatkan agar pencapaian ini tidak membuat jajaran pemerintah cepat berpuas diri. Ada beberapa catatan penting yang perlu mendapatkan perhatian serius agar tren positif ini dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan situasi ekonomi ini kepada media di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2028. Said menegaskan bahwa walaupun angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen tersebut patut disyukuri, pemerintah wajib tetap waspada. Fokus perhatian pemerintah diharapkan tertuju pada beberapa indikator sektoral yang mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan, terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor pertanian.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Jika melihat rincian pendorong pertumbuhan pada triwulan II 2026, terdapat beberapa sektor yang mencatatkan kinerja sangat baik akibat faktor musiman. Salah satunya adalah sektor akomodasi serta makanan dan minuman yang berhasil tumbuh hingga 10,6 persen. Momentum libur sekolah yang berlangsung pada bulan Juli menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan aktivitas konsumsi dan pariwisata masyarakat, sehingga memberikan kontribusi besar pada sektor ini.

Baca Juga

FAA Wajibkan Inspeksi Ratusan Boeing 737 Max Akibat Temuan Retakan di Badan Pesawat

FAA Wajibkan Inspeksi Ratusan Boeing 737 Max Akibat Temuan Retakan di Badan Pesawat

Selain sektor akomodasi, sektor informasi dan komunikasi juga menunjukkan performa yang solid dengan pertumbuhan mencapai 6,97 persen. Kenaikan kinerja sektor ini didongkrak secara signifikan oleh tingginya aktivitas di dunia pendidikan. Momentum penting seperti penerimaan peserta didik baru, periode kenaikan kelas, serta berbagai kegiatan di tingkat pendidikan tinggi terbukti meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi secara luas.

Di sisi lain, sektor penyediaan listrik dan gas juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi, yaitu mencapai 10,81 persen. Menurut penjelasan yang ada, tingginya angka pertumbuhan pada sektor ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem berupa musim kemarau yang panas, yang memicu tingginya kebutuhan masyarakat akan konsumsi listrik. Selain itu, fluktuasi harga gas di pasar internasional akibat konflik geopolitik global turut memengaruhi dinamika pertumbuhan nilai di sektor ini.

Meskipun beberapa sektor tersebut tumbuh melesat, Said Abdullah mengingatkan adanya ancaman perlambatan pada sektor-sektor strategis lainnya. Sektor industri pengolahan, misalnya, mengalami tren penurunan laju pertumbuhan. Pada triwulan I 2026, sektor industri pengolahan masih sanggup tumbuh di angka 5,04 persen. Namun, saat memasuki triwulan II 2026, angka pertumbuhan sektor ini melambat dan hanya mencapai 4,52 persen.

Baca Juga

Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

Perlambatan pada industri pengolahan ini tidak boleh dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Sektor ini memegang peranan yang sangat krusial bagi perekonomian Indonesia karena menyumbang sekitar 18,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Selain kontribusinya yang besar terhadap PDB, sektor industri pengolahan juga memiliki peran sosial-ekonomi yang sangat vital karena menyerap sekitar 13,5 persen dari total tenaga kerja nasional.

Dengan melihat besarnya porsi kontribusi tersebut, penurunan kinerja pada industri pengolahan serta sektor pertanian dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada tingkat kesejahteraan masyarakat dan ketersediaan lapangan kerja. Oleh sebab itu, DPR RI meminta pemerintah untuk segera memetakan masalah di kedua sektor tersebut dan menyiapkan langkah antisipasi agar perlambatan tidak berlanjut pada triwulan-triwulan berikutnya.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pertumbuhan ekonomiBanggar DPRSaid AbdullahIndustri Pengolahan

Berita Terbaru Lainnya

Abaikan Putusan Mahkamah Agung, Donald Trump Teken Aturan Baru Batasi Kewarganegaraan Anak Warga AsingPenampakan Danau Raksasa Mengering, Tanda Petaka Kian NyataRincian Tarif Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, dan 3 per Agustus 2026FAA Wajibkan Inspeksi Ratusan Boeing 737 Max Akibat Temuan Retakan di Badan PesawatMentan Pastikan Pasokan Pangan Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Lahan PertanianTransaksi QRIS Tumbuh Pesat, Jalin dan BACenter Kolaborasi Perkuat Sistem Pembayaran NasionalKolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pertahanan Siber dan Ekonomi Digital Melalui NCC 2026Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Raih Sertifikasi Terminal Hijau Pertama di Dunia

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap