Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai angka 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sinyal positif bagi kondisi perekonomian nasional. Meski demikian, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengingatkan agar pencapaian ini tidak membuat jajaran pemerintah cepat berpuas diri. Ada beberapa catatan penting yang perlu mendapatkan perhatian serius agar tren positif ini dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan situasi ekonomi ini kepada media di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2028. Said menegaskan bahwa walaupun angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen tersebut patut disyukuri, pemerintah wajib tetap waspada. Fokus perhatian pemerintah diharapkan tertuju pada beberapa indikator sektoral yang mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan, terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor pertanian.








