apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Economy

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.055 per Dolar AS, Bank Indonesia Optimalkan Triple Intervention dan SRBI

Andi TobanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 11.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.055 per Dolar AS, Bank Indonesia Optimalkan Triple Intervention dan SRBI
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren pelemahan pada perdagangan menjelang akhir bulan Juli. Berdasarkan data yang dirilis oleh Refinitiv, mata uang Garuda ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa, 28 Juli 2026. Rupiah mencatatkan depresiasi sebesar 0,31 persen, yang menempatkan posisinya di level Rp18.055 per dolar AS saat penutupan pasar. Penurunan nilai tukar ini memperpanjang tren negatif rupiah yang telah berakhir di zona merah selama empat hari perdagangan secara beruntun.

Menyikapi perkembangan nilai tukar ini,

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Bank Indonesia
(BI) menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas moneter sebagai fondasi penting bagi perekonomian nasional. Direktur Eksekutif Senior yang menjabat sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menyampaikan bahwa stabilitas nilai tukar merupakan prasyarat utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya stabilisasi rupiah terus diperkuat agar tetap selaras dengan pencapaian sasaran inflasi yang telah ditetapkan serta mampu mendorong berbagai kegiatan ekonomi di tanah air.

Untuk menahan tekanan depresiasi lebih lanjut, Bank Indonesia mengambil langkah dengan meningkatkan optimalisasi bauran kebijakan moneter. BI tidak hanya bertumpu pada instrumen suku bunga kebijakan untuk mengendalikan pasar, melainkan juga mempertajam penggunaan instrumen moneter lainnya. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah mengoptimalkan mekanisme triple intervention di pasar valuta asing (valas). Intervensi tiga jalur ini mencakup transaksi di pasar Spot, Non-Deliverable Forward (NDF), serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Baca Juga

Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Begini Respons Purbaya

Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Begini Respons Purbaya

Langkah intervensi tersebut diperkuat dengan penyediaan fasilitas insentif swap serta skema lindung nilai atau hedging DNDF. Kebijakan ini dirancang secara khusus untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memberikan daya tarik bagi masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Di samping itu, bank sentral juga memastikan bahwa kecukupan likuiditas, baik di pasar uang maupun di sektor perbankan nasional, tetap terjaga dengan baik guna meminimalkan risiko ketidakpastian pasar.

Terkait dengan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pihak bank sentral mengonfirmasi bahwa posisi SRBI saat ini berada dalam tren yang lebih terkendali. Ke depan, arah penerbitan SRBI akan diselaraskan dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas pasar. Langkah penerbitan ini juga difokuskan untuk mendukung masuknya aliran modal asing yang diharapkan dapat memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara berkelanjutan.

Baca Juga

Memahami Kejatuhan IHSG, Rincian Sektor, Saham Pemberat, dan Tekanan Global

Memahami Kejatuhan IHSG, Rincian Sektor, Saham Pemberat, dan Tekanan Global

Selain instrumen moneter, Bank Indonesia juga memperkuat kebijakan di sektor makroprudensial dan sistem pembayaran. BI terus memperkuat implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan tujuan mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas yang membutuhkan stimulus. Di saat yang sama, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran terus diakselerasi oleh bank sentral untuk memberikan dorongan tambahan bagi pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap bergerak positif di tengah tantangan global.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaRupiahKebijakan MoneterDolar ASSRBITriple Intervention

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Dorong Koperasi Masuk Pasar Karbon, Apa Untungnya?Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Begini Respons PurbayaMengenang H. A Bakri bin HM Musa, Anggota DPR RI dan Tokoh PAN yang BerpulangMengapa Seorang Ibu di Lampung Melahirkan di Mobil? Ini Kronologi dan PenjelasannyaTawuran Maut di Cilincing, Pemuda Tewas dengan Tangan Terputus Usai Pesta MirasHeboh Usulan Perempuan Punya Empat Suami di Thailand, Mengapa Janji Kampanye Ini Menuai Kontroversi?Semua Barang Mahal! Tetangga RI Potong Pajak & Bantu Warga BelanjaKemenkeu Cairkan Klaim Asuransi BMN Senilai Rp27 Miliar Akibat Bencana di Sumatera

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap