apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Gaya Hidup

Runway JF3 2026 Jadi Panggung Dialog Identitas Para Desainer Muda Lintas Negara

Domu TobingDiterbitkan 26 Jul 2026 - 03.05 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Runway JF3 2026 Jadi Panggung Dialog Identitas Para Desainer Muda Lintas Negara
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Di bawah naungan JF3 Fashion Tent yang berdiri megah di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebuah perbincangan sunyi tentang identitas kembali digelar lewat lipatan kain dan permainan siluet. Peragaan busana bertajuk "L'Entre-Deux: Interwoven Identities" pada Kamis (23/7) bukan sekadar barisan koleksi baru. Ia menjadi semacam laboratorium terbuka yang mempertemukan tiga belas desainer muda Indonesia dan Prancis dalam satu napas kreatif yang saling bertautan. Mereka datang bukan sebagai nama-nama besar yang telah mapan, melainkan sebagai penjelajah yang sedang membentuk suara personal di tengah riuh rendah industri mode.

Empat finalis program Future Fashion Designer—Arron Bryan, Agatha Levia, Azzahra Ajmanisa, dan Tashannie Abigail—mengawali bab pembuka yang terasa seperti masuk ke dalam mimpi teatrikal. Dengan pencahayaan temaram, deretan busana palet gelap bergerak di atas catwalk: gaun malam berkorset, baby doll dress, hingga outer tulle berlapis. Yang membuatnya terasa berbeda adalah kehadiran detail ranting dan sulur sebagai hiasan kepala. Eksperimen ini tidak sekadar menampilkan teknik menjahit, melainkan menjadi terjemahan jujur dari proses pencarian ciri seorang perancang yang masih terus membentuk ulang batasan dirinya. Dari kursi penonton, yang terasa justru semacam ketidak-ra guan yang dikemas secara elegan—sebuah pernyataan bahwa identitas boleh berwujud gelap dan misterius.

Baca Juga

KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Memasuki segmen PINTU Incubator, panggung berubah menjadi etalase keberagaman yang lebih membumi. Lima brand terpilih dari 39 pendaftar—Andrean NR, Saul Studio, Toja House, Dacia, dan Aldrie—membuktikan bahwa program inkubasi hasil kolaborasi JF3 dengan Kedutaan Besar Prancis ini telah menjadi ruang pemberdayaan yang nyata. Andrean NR mencuri atensi dengan koleksi “Di Tengah Perjalanan” yang menyuarakan lantang bahwa mode adalah medium genderless. Enam potongan denim kontemporer berpadu dengan siluet formal dan streetwear, dibentuk lewat pemotongan pola modern yang memperlihatkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tarikan napas. Sementara itu, Dacia mengingatkan bahwa wastra nusantara tetap punya tempat di atas runway global. Sang desainer, Daciadhia Phoebehana, menghidupkan Kain Cual dari Bangka dalam balutan korset, jaket, dan cropped blouse bernuansa warna bumi. Benang-benang warna yang ekspresif seakan menjadi jembatan antara lanskap Pulau Bangka dan dinamika busana urban. Inilah identitas yang tidak melulu bicara tentang asal-usul personal, tetapi juga warisan budaya yang disulam ke dalam keseharian.

PINTU Accelerator menghadirkan Lil Public yang untuk kedua kalinya menjinakkan panggung JF3 dengan enam rancangan yang lebih terstruktur. Inspirasi dari novel Zenitendo karya Reiko Hiroshima tampak hadir dalam siluet blus, kemeja boxy, dan celana wide palazzo yang tetap setia pada akar streetwear. Kehadiran para desainer Prancis dari Ecole Duperre lantas membawa penonton terbang ke benua berbeda. Aurelien Voegelin mempersembahkan koleksi “3088”, semacam surat cinta visual tentang perdesaan Prancis. Mantel panjang dan jaket longgar diolah dengan teknik cording, braiding, hingga macramé yang mengingatkan pada kehangatan rumah petani. Lanskap itu berubah centil ketika Maurien Willebien mengambil alih panggung lewat “Beauties”, koleksi rajutan yang didraping langsung di atas maneken, membuktikan bahwa knit bisa terasa seksi dan menyenangkan. Penutup dari Paul Vidal justru paling provokatif: ia membedah siluet abad ke-17 dan ke-18, lalu membungkusnya ulang dengan material kemasan pelindung yang ringan dan flowy. Berjudul “Wrap Me Up”, ia mempertanyakan batas antara sejarah dan benda sehari-hari, antara kemasan dan tubuh manusia.

Baca Juga

Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Dari PINTU Incubator, Future Fashion Designer, hingga mahasiswa Ecole Duperre, satu benang merah yang tak terucapkan namun nyaring adalah ruang aman yang diberikan JF3 untuk merayakan ketidakselesaian. Mereka tak dipaksa menyajikan koleksi yang "siap jual" dalam makna sempit, melainkan didorong menampilkan kematangan konsep yang orisinal. Momen ini memperlihatkan bahwa identitas—baik personal maupun budaya—tidak pernah tunggal. Ia bisa berupa denim tanpa gender, tenun Bangka yang bersanding dengan jaket streetwear, atau draperi abad lampau yang dibalut bungkus kiriman paket. JF3 2026 membuktikan, panggung bagi para pendatang baru adalah tempat paling subur untuk menumbuhkan masa depan mode yang lebih berwarna dan saling menyilang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

JF3 2026desainer mudaPINTU IncubatorEcole Duperrefashion showkolaborasi Indonesia-Prancis

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap