Jaringan restoran hidangan laut asal Amerika Serikat, Red Lobster, melewati dinamika bisnis yang sangat signifikan setelah resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 (Chapter 11) pada Mei 2024. Langkah hukum ini terpaksa diambil oleh manajemen setelah perusahaan menumpuk beban utang yang melampaui angka 1 miliar dolar AS. Sebagai konsekuensi langsung dari proses restrukturisasi dan kebangkrutan tersebut, lebih dari 90 gerai Red Lobster di seluruh penjuru negeri terdaftar untuk ditutup pada Mei 2024. Salah satu gerai yang terdampak dan harus ditutup adalah lokasi yang berada di Jensen Beach, Florida.
Perjalanan restrukturisasi tersebut akhirnya menemui titik balik yang positif pada September 2024. Red Lobster secara resmi dinyatakan keluar dari status perlindungan kebangkrutan setelah diakuisisi oleh RL Investor Holdings LLC. Setelah proses akuisisi tersebut selesai, perusahaan berupaya memulihkan kinerja keuangannya di bawah kepemimpinan CEO baru, Damola Adamolekun. Upaya pemulihan ini mulai menunjukkan hasil awal yang positif ketika CEO Red Lobster tersebut menyatakan bahwa penjualan perusahaan mengalami kenaikan sebesar 10 persen secara tahunan (year over year) pada bulan Februari.
Meskipun sempat menunjukkan tren pemulihan penjualan, penataan ulang portofolio restoran secara nasional tetap harus berjalan demi efisiensi. Pada tanggal 14 Juni, Red Lobster mengumumkan penutupan permanen gerai utamanya (flagship) yang terletak di kawasan ikonik Times Square, New York. Restoran legendaris tersebut sebenarnya telah beroperasi selama 23 tahun sejak pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 2003. Gerai di Times Square ini dikenal memiliki kapasitas yang sangat besar karena mampu menampung hingga 400 pengunjung sekaligus. Dengan berbagai penutupan ini, Red Lobster kini tercatat mengoperasikan sekitar 550 restoran secara keseluruhan, menyusut cukup signifikan dari jumlah sebelumnya yang mencapai sekitar 700 lokasi.
Di tingkat lokal, penutupan gerai-gerai ini memicu terjadinya alih fungsi aset properti komersial yang cukup dinamis. Salah satu contoh nyata dari fenomena ini terjadi pada bekas gerai Red Lobster di Jensen Beach yang beralamat di 3544 NW Federal Hwy, dekat dengan Treasure Coast Square Mall. Lokasi yang sempat kosong tersebut kini dihidupkan kembali sebagai gerai Umiya Sushi & Hotpot. Restoran baru ini resmi membuka cabang pertamanya di kawasan Treasure Coast pada tanggal 3 Agustus. Sebelum pembukaan resmi tersebut, Umiya Florida LLC tercatat telah mendaftarkan alamat korporatnya di lokasi Jensen Beach ini pada Januari 2026, dengan mencantumkan nama Yixing Zheng sebagai agen terdaftar.
Perkembangan alih fungsi lahan komersial ini sejalan dengan analisis pasar dari Phillips Edison & Company. Dalam keterbukaan informasi keuangan mereka pada kuartal kedua (Q2) tahun 2026, perusahaan tersebut mengidentifikasi koridor US-1 sebagai salah satu pasar pembangunan kembali ritel yang sangat aktif. Di sisi lain, dinamika industri restoran di wilayah ini juga didukung oleh kondisi ketenagakerjaan setempat. Berdasarkan data upah di Florida dari tahun 2026, pendapatan tahunan rata-rata (median) untuk pekerja pelayan restoran (waitstaff) berada di angka 31.108 dolar AS. Pergantian penyewa dari Red Lobster ke Umiya Sushi & Hotpot ini menunjukkan bagaimana pasar ritel lokal merespons perubahan ruang usaha pasca-restrukturisasi jaringan besar.






