Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) beserta dua orang wakil rektor pada hari Jumat, 21 Agustus 2026. Penangkapan para pejabat tinggi di tingkat rektorat ini langsung memicu reaksi yang sangat luas dan menjadi sorotan tajam dari kalangan mahasiswa di lingkungan kampus tersebut. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak karena melibatkan jajaran pimpinan tertinggi universitas.
Menanggapi peristiwa hukum yang mencoreng nama baik institusi pendidikan tinggi ini, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed 2026, Azza Febra Pramudika, memberikan pernyataannya secara terbuka. Azza mengungkapkan bahwa pihak BEM Unsoed sebenarnya sudah sejak lama mencium adanya indikasi praktik korupsi yang dibarengi dengan penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan internal kampus mereka sendiri.
Menyusul penangkapan tersebut, kini muncul desakan yang sangat kuat dari berbagai elemen mahasiswa agar rektor beserta jajarannya segera mundur dari jabatannya. Desakan dari mahasiswa ini muncul karena mereka merasa sangat khawatir terhadap keberlangsungan dan masa depan kampus Unsoed ke depan. Mereka mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari kasus hukum ini terhadap jalannya kegiatan akademik serta reputasi universitas.
Andre Rosiade Pastikan Jembatan Kayu Gadang Sikabu Segera Dibangun

Namun, Azza Febra Pramudika menekankan bahwa sekadar mengganti individu di pucuk pimpinan tidak akan cukup untuk menyelesaikan masalah korupsi secara tuntas. Ia menuntut adanya evaluasi mendalam yang menyentuh mekanisme pengambilan keputusan, pengawasan, serta budaya kekuasaan di dalam universitas. Azza menyatakan, "Kalau orangnya berganti tetapi mekanisme pengambilan keputusan, pengawasan, dan budaya kekuasaannya tetap sama, maka kita hanya sedang menunggu persoalan yang sama muncul kembali."
Selain menuntut pembenahan sistem, BEM Unsoed juga secara tegas mendorong pihak kampus untuk membuka secara transparan dan mengevaluasi proses penerimaan mahasiswa baru. Proses penerimaan mahasiswa baru ini ikut menjadi sorotan tajam setelah kasus penangkapan ini mencuat. Azza menilai bahwa keterbukaan dalam proses seleksi mahasiswa baru sangat penting untuk memastikan keadilan dan membuktikan bahwa proses tersebut bebas dari praktik curang.
KPK Buka Peluang Usut TPPU di Kasus Rektor Unsoed Terkait Penerimaan Maba

Dampak dari OTT KPK ini ternyata tidak hanya memengaruhi jajaran birokrasi kampus, tetapi juga mulai berimbas pada agenda akademis mahasiswa. Menurut penuturan Menteri Koordinator Politik Pergerakan BEM Unsoed, Pamungkas, sempat beredar kabar mengenai kemungkinan adanya perubahan jadwal wisuda. Kabar ini tentu saja memicu keresahan di kalangan mahasiswa, mengingat agenda kelulusan tersebut seharusnya dijadwalkan berlangsung pada bulan September mendatang.






