apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/National

KPK Buka Peluang Usut TPPU di Kasus Rektor Unsoed Terkait Penerimaan Maba

Agus CahyonoDiterbitkan 22 Agu 2026 - 19.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
KPK Buka Peluang Usut TPPU di Kasus Rektor Unsoed Terkait Penerimaan Maba
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kemungkinan untuk mengembangkan penanganan kasus hukum yang menjerat Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq. Lembaga antirasuah tersebut kini membuka peluang untuk menjerat tersangka dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara yang berkaitan erat dengan penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut. Langkah ini diambil untuk menelusuri dugaan penyimpangan aset yang bersumber dari praktik rasuah di lingkungan akademis.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Akhmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa fokus pengembangan ke arah TPPU ini dilakukan untuk menelisik lebih jauh aliran dana hasil kejahatan. Penyidik akan mendalami apakah terdapat modus-modus atau perbuatan indikasi pencucian uang terkait perolehan aset oleh para tersangka. Penelusuran ini penting guna melacak ke mana saja uang hasil pemerasan tersebut mengalir dan apakah telah dialihkan menjadi aset lain.

Baca Juga

Kementerian PU Pastikan Alur Sungai Barito Tetap Bisa Dilalui Kapal

Kementerian PU Pastikan Alur Sungai Barito Tetap Bisa Dilalui Kapal

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait penerimaan mahasiswa baru. Dalam menjalankan aksinya, Akhmad Sodiq tidak bekerja sendiri. KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka dalam perkara ini. Mereka adalah Wakil Rektor III Unsoed Norman Arie Prayoga, Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto, serta tiga orang dari pihak swasta yaitu Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono.

Penyelidikan mendalam dari KPK mengidentifikasi adanya tiga klaster korupsi yang melibatkan Akhmad Sodiq. Salah satu klaster yang mencuat adalah tindakan Wakil Rektor III Norman Arie Prayoga yang, dengan sepengetahuan Akhmad Sodiq, meminta uang sebesar Rp 650 juta kepada orang tua salah satu calon mahasiswa. Uang tersebut diminta sebagai syarat agar calon mahasiswa yang bersangkutan dapat lolos dan masuk ke Fakultas Kedokteran Unsoed.

Baca Juga

Cek Citra Satelit Kebakaran Hutan di Kalimantan dari Web NASA

Cek Citra Satelit Kebakaran Hutan di Kalimantan dari Web NASA

Kasus pemerasan ini mencoreng sistem penerimaan mahasiswa baru di Unsoed yang secara resmi membuka pendaftaran melalui tiga jalur seleksi resmi, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur Mandiri. Secara regulasi, biaya kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk Fakultas Kedokteran Unsoed sebenarnya telah diatur dengan rentang mulai dari Rp 7,1 juta sampai Rp 17 juta. Sementara itu, biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di Fakultas Kedokteran berkisar antara Rp 100 juta untuk tarif terendah hingga Rp 260 juta untuk tarif tertinggi. Adanya permintaan uang hingga Rp 650 juta melalui jalur belakang ini menunjukkan penyalahgunaan wewenang yang jauh melampaui ketentuan resmi universitas.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KPKkorupsi

Berita Terbaru Lainnya

Kemenhut Kerahkan 12.880 Personel Gabungan untuk Padamkan Karhutla di KalimantanAsbanda Dorong Penguatan Peran BPD sebagai Pilar Pembangunan DaerahPemain Akui Garuda Pertiwi Terburu-buru meski Menang 3-0 atas YordaniaKementerian PU Pastikan Alur Sungai Barito Tetap Bisa Dilalui Kapal50 Jenazah Korban Perang di Gaza Dievakuasi Setelah Tiga Tahun TerkuburTiba-Tiba AS Pindahkan Kapal Induk dari Dekat RI, Ada Apa?Penyebab Fenomena Matahari Merah Menyala di Palangka RayaCek Citra Satelit Kebakaran Hutan di Kalimantan dari Web NASA

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap