Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan kepastian resmi mengenai kondisi terkini dari alur utama Sungai Barito yang berada di sekitar wilayah Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Pihak Kementerian PU menegaskan bahwa alur utama di kawasan tersebut masih memiliki aliran air yang cukup dan tetap dapat dilalui dengan aman oleh berbagai jenis kapal maupun perahu masyarakat.
Kepastian mengenai kondisi kelayakan jalur transportasi air ini didasarkan pada hasil pemantauan secara langsung yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III pada hari Jumat, 21 Agustus 2026. Langkah pemantauan lapangan ini sengaja diambil oleh pihak terkait sebagai tindak lanjut atas beredarnya sebuah rekaman video di media sosial yang menampilkan kondisi Sungai Barito dengan hamparan pasir yang luas di bagian tengah sungai tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, tim dari BWS Kalimantan III menunjukkan bahwa Sungai Barito memang sedang mengalami kondisi penurunan muka air dan juga penurunan debit air. Perubahan kondisi debit air ini terjadi sebagai akibat dari dampak musim kemarau yang sedang berlangsung. Karena terjadinya penurunan muka air tersebut, gosong atau hamparan pasir yang berukuran cukup luas kini menjadi terlihat jelas di beberapa bagian aliran sungai.
50 Jenazah Korban Perang di Gaza Dievakuasi Setelah Tiga Tahun Terkubur

Meskipun terdapat hamparan pasir yang luas di sejumlah bagian sungai, alur utama dari Sungai Barito dipastikan masih memiliki aliran air yang aktif. Aliran air pada alur utama ini diperkirakan memiliki lebar sekitar 100 meter. Dengan adanya alur utama yang tetap mengalir tersebut, kapal dan perahu dipastikan masih bisa melintasi kawasan perairan Sungai Barito tanpa kendala navigasi yang berarti.
Kepala BWS Kalimantan III, Sandi Eriyanto, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai video yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Sandi Eriyanto memaparkan bahwa posisi pengambilan dokumentasi gambar atau video yang beredar luas tersebut berada di atas Jembatan Kalahien. Ia menerangkan bahwa hamparan pasir yang terlihat dalam video itu sebenarnya merupakan bagian dari sungai yang tidak teraliri air sebagai akibat dari turunnya muka air sungai.
Tiba-Tiba AS Pindahkan Kapal Induk dari Dekat RI, Ada Apa?

Terkait dengan situasi ini, Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa air merupakan fondasi yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan serta pembangunan. Oleh karena itu, Kementerian PU melalui unit BWS Kalimantan III berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi tinggi muka air dan alur sungai di Wilayah Sungai (WS) Barito, khususnya selama periode musim kemarau.






