apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/National

Cek Citra Satelit Kebakaran Hutan di Kalimantan dari Web NASA

Agus CahyonoDiterbitkan 22 Agu 2026 - 17.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cek Citra Satelit Kebakaran Hutan di Kalimantan dari Web NASA
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Pemantauan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dalam beberapa hari terakhir dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Analisis citra satelit NASA Worldview pada periode 17 hingga 20 Agustus 2026 menunjukkan adanya aktivitas kebakaran serta sebaran asap di beberapa bagian wilayah Kalimantan. Selain memantau lewat situs SiPongi milik Kementerian Kehutanan, publik kini dapat memanfaatkan teknologi antariksa untuk melihat kondisi riil dari udara.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengandalkan instrumen satelit seperti MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) dan VIIRS untuk mendeteksi anomali panas di permukaan bumi. Instrumen MODIS sendiri tersemat pada satelit kembar milik NASA, yaitu Terra dan Aqua. Kedua satelit ini mengorbit dan mengamati hampir seluruh permukaan bumi setiap harinya. Satelit Terra biasanya melintas pada waktu pagi menjelang siang, sementara satelit Aqua menyusul pada awal sore hari untuk menangkap citra wilayah yang sama.

Baca Juga

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Noia Futsal

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Noia Futsal

Melalui citra warna alami (true color) yang dihasilkan satelit-satelit tersebut, kepulan asap yang membubung dari wilayah terdampak karhutla dapat terlihat dengan jelas. Data visual ini sangat berguna untuk melacak pola pergerakan, arah sebaran, serta luasnya paparan asap, debu, maupun kabut di wilayah Kalimantan. Kehadiran titik panas (hotspot) pada citra satelit membantu mengidentifikasi lokasi awal sumber kebakaran. Sementara itu, lapisan citra warna alami digunakan untuk memantau bagaimana pola asap bergerak dan meluas di lapisan atmosfer. Pengamatan satelit ini juga membantu mengidentifikasi apakah kabut asap di suatu daerah berasal dari kebakaran lokal atau merupakan kiriman yang terbawa angin dari wilayah lain.

Meskipun sangat membantu, teknologi satelit ini memiliki keterbatasan tertentu dalam mendeteksi sumber polusi udara. Satelit pemantau bumi umumnya lebih mudah menangkap objek atau aktivitas berskala besar, seperti kebakaran hutan hebat, badai debu, letusan gunung berapi, hingga aktivitas industri raksasa. Sebaliknya, sumber polusi skala kecil seperti emisi kendaraan bermotor, jalanan lokal, atau industri kecil tidak selalu tampak dari sensor satelit. Oleh karena itu, deteksi titik panas di peta satelit tidak selalu berarti bahwa setiap titik yang terdeteksi merupakan area kebakaran besar yang aktif.

Baca Juga

Ormas di Kabupaten Pati Gelar Doa Bersama untuk Jaga Kondusivitas Daerah

Ormas di Kabupaten Pati Gelar Doa Bersama untuk Jaga Kondusivitas Daerah

Keberadaan kepulan asap yang tertangkap oleh citra satelit NASA juga tidak secara otomatis mencerminkan tingkat polusi udara aktual di permukaan tanah yang dihirup warga. Untuk mendapatkan penilaian dampak karhutla yang lebih akurat dan menyeluruh, data dari NASA Worldview ini sebaiknya tetap dibandingkan dan dipadukan dengan data titik panas lokal, arah angin terkini, pengukuran kualitas udara di darat, serta laporan resmi dari pemerintah.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KarhutlaKalimantan

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Noia FutsalOrmas di Kabupaten Pati Gelar Doa Bersama untuk Jaga Kondusivitas DaerahKPK Tetapkan Rektor dan Wakil Rektor III Unsoed Sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Penerimaan Mahasiswa BaruDuduk Perkara Rektor Unsoed Sodiq Peras Orang Tua Calon Mahasiswa BaruPembangunan MRT Jakarta Fase 2A Capai 59,7 Persen, Stasiun Monas Siap Beroperasi 2027Starlink Hentikan Pendaftaran Pengguna Baru di Indonesia karena Kapasitas PenuhViral Pemotor di Jaksel Emosi dan Piting Sopir Mobil karena DiklaksonGubernur Kalbar Buka Suara soal Karhutla, Beri Imbauan ke Warga

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap