Apakah Anda sedang berencana memasang internet satelit Starlink untuk kebutuhan rumah atau bisnis? Sayangnya, keinginan tersebut harus ditunda terlebih dahulu karena Starlink secara resmi telah menghentikan pendaftaran bagi pelanggan baru di Indonesia. Langkah ini diambil lantaran kapasitas layanan saat ini sudah sepenuhnya terjual habis di seluruh wilayah Indonesia.
Bagi masyarakat yang membeli perangkat keras (kit) Starlink melalui pihak ketiga atau toko ritel, aktivasi unit baru juga dihentikan sementara waktu. Pihak Starlink mengonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja sama dengan pihak lokal demi memulihkan ketersediaan layanan secepat mungkin, meskipun belum ada perkiraan waktu pasti mengenai kapan layanan akan kembali tersedia. Sebagai alternatif, calon konsumen tetap dapat mendaftarkan diri ke dalam daftar tunggu dengan membayar deposit agar bisa mendapatkan layanan begitu kapasitas kembali tersedia.
SpaceX Targetkan Uji Coba Penerbangan Ke-14 Starship sebelum Akhir Agustus

Sebelum adanya penutupan pendaftaran ini, Starlink telah melalui berbagai proses perizinan di Indonesia. Pada April 2024, SpaceX mengajukan izin operasional kepada Kementerian Komunikasi (Kominfo) untuk menyelenggarakan layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Internet Service Provider (ISP). Beberapa minggu sebelum peluncuran resmi, Starlink mengantongi izin operasional dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta mendapatkan Uji Layak Operasi (ULO). Layanan ini kemudian diluncurkan secara resmi di Denpasar, Bali, pada Mei 2024 dengan dihadiri oleh Elon Musk. Peluncuran tersebut ditandai dengan kerja sama antara SpaceX dan Kementerian Kesehatan untuk memperluas akses internet berkecepatan tinggi ke daerah terpencil dan fasilitas kesehatan yang sulit mendapatkan akses internet.
Operasional Starlink di Indonesia berjalan di bawah entitas PT Starlink Service Indonesia. Namun, keberadaan jasa internet milik Elon Musk ini sempat dipantau oleh Kominfo karena dilaporkan belum memiliki kantor dan belum membayar pajak sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.
Di Balik Pakaian Modern, Ada Teknologi yang Direkayasa dari Serat

Sebagai penyedia internet dengan konstelasi satelit orbit Bumi rendah, Starlink menawarkan paket internet tanpa kontrak jangka panjang dan dengan kuota data tidak terbatas. Paket Residential ditawarkan mulai dari Rp 750.000 per bulan dengan harga perangkat keras sebesar Rp 4.680.000. Sementara itu, paket Roam dibanderol mulai dari Rp 990.000 per bulan dengan harga perangkat keras yang sama. Untuk sektor maritim, paket Boats dipatok mulai dari Rp 4.345.000 hingga Rp 86.130.000 per bulan dengan biaya perangkat keras mencapai Rp 43.721.590. Perlu dicatat bahwa Starlink tidak menyediakan layanan pemasangan perangkat untuk pelanggan. Selain itu, kecepatan internet dapat melambat saat terjadi hujan lebat, dan kinerjanya dapat terganggu oleh rintangan fisik seperti rumah atau pohon yang menghalangi frekuensi radionya.






