Pemerintah mencatat realisasi belanja negara telah mencapai Rp 1.656,0 triliun hingga akhir triwulan kedua tahun 2026. Angka belanja ini tumbuh sebesar 17,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, penerimaan pajak yang berhasil dikumpulkan oleh negara hingga periode tersebut tercatat sebesar Rp 1.459 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa realisasi anggaran yang cukup besar ini mencerminkan peran penting Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, APBN diarahkan untuk bertindak sebagai agen pembangunan (agent of development) guna mengakselerasi pelaksanaan berbagai program prioritas nasional. Selain itu, instrumen keuangan negara ini juga dioptimalkan untuk menjadi penyerap benturan ekonomi (shock absorber) serta melindungi masyarakat miskin (protecting the poor).








