TANGERANG - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti masih rendahnya rasio kepemilikan mobil di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian agenda pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Menurut Menperin, pasar otomotif tanah air saat ini masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas untuk terus berkembang, terutama didukung oleh basis konsumen yang sangat besar di tingkat domestik.
Dalam pemaparan data mengenai kepemilikan kendaraan roda empat di dalam negeri, muncul dua versi angka yang menunjukkan adanya perbedaan atau ketidakpastian administratif. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa rasio kepemilikan mobil nasional saat ini baru berada di angka 99 unit mobil per 1.000 penduduk. Di sisi lain, pada momen pembukaan GIIAS 2026, sempat dinyatakan pula bahwa rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai 19 unit per 1.000 penduduk. Perbedaan yang cukup signifikan antara kedua angka ini mengindikasikan adanya variasi dalam metodologi pengumpulan data atau kriteria kendaraan yang dihitung oleh pihak-pihak terkait.
Meskipun terdapat ketidakpastian mengenai angka pastinya, kedua rujukan tersebut tetap menempatkan Indonesia jauh di bawah negara-negara tetangga di Asia Tenggara dalam hal kepemilikan kendaraan pribadi. Sebagai perbandingan, rasio kepemilikan mobil di Thailand kini telah menyentuh angka 275 unit per 1.000 penduduk. Sementara itu, Malaysia mencatatkan rasio yang jauh lebih tinggi lagi, yaitu mencapai 490 unit mobil per 1.000 penduduk. Kesenjangan rasio ini dinilai sebagai peluang investasi yang sangat menjanjikan bagi industri otomotif, mengingat jumlah populasi Indonesia saat ini telah hampir mendekati angka 290 juta jiwa.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Dengan skala populasi yang mendekati 290 juta jiwa tersebut, pergeseran kecil pada rasio kepemilikan akan membawa dampak volume penjualan yang sangat signifikan. Kenaikan satu angka saja pada rasio kepemilikan mobil di Indonesia setara dengan penambahan sekitar 280.000 unit kendaraan baru di jalan raya. Terkait potensi ekspansi pasar yang masif ini, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan sikap pemerintah agar ruang pertumbuhan tersebut tidak dimanfaatkan oleh produk luar. Menperin menekankan bahwa kebutuhan pasar otomotif yang terus berkembang ini wajib dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan yang diproduksi langsung di dalam negeri, bukan melalui jalur impor utuh.
Optimisme untuk memenuhi pasar domestik tersebut diperkuat oleh capaian positif sektor manufaktur otomotif nasional sepanjang paruh pertama tahun ini. Selama periode semester I 2026, volume produksi kendaraan bermotor di Indonesia berhasil mencapai angka 619.000 unit. Jumlah produksi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,3 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan kinerja penjualan di tingkat grosir (wholesales) yang juga menunjukkan tren positif selama enam bulan pertama tahun 2026.
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Data penjualan wholesales kendaraan bermotor nasional pada semester I 2026 tercatat mengalami peningkatan sebesar 15,9 persen, sehingga totalnya mencapai 436.000 unit. Peningkatan aktivitas produksi dan distribusi ini memperkuat keyakinan para pelaku industri terhadap prospek pasar hingga akhir tahun. Dengan realisasi yang cukup kuat pada paruh pertama tersebut, target penjualan mobil secara nasional untuk keseluruhan tahun 2026 diproyeksikan dapat melampaui angka 850.000 unit. Kinerja ini diharapkan mampu terus mendorong peningkatan rasio kepemilikan kendaraan sekaligus memperkokoh posisi industri otomotif dalam negeri.






