Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong optimalisasi aset daerah guna mendukung mobilitas dan perekonomian kota. Salah satu langkah konkret yang kini tengah disiapkan adalah pengembangan kawasan Pulomas Tower yang terletak di Jakarta Timur. Kawasan ini nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah kawasan produktif yang terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Equestrian. Langkah pengembangan infrastruktur ini secara khusus dirancang untuk mendukung penerapan konsep kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta.
Rencana integrasi kawasan Pulomas Tower dengan jaringan transportasi massal tersebut diumumkan secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam keterangan tertulisnya pada hari Sabtu. Melalui integrasi fisik dan fungsi ini, Rano Karno menargetkan agar kawasan di sekitar Pulomas Tower dapat tumbuh dan bertransformasi menjadi sebuah pusat aktivitas ekonomi baru yang bernilai tinggi bagi masyarakat luas.
Guna merealisasikan proyek strategis tersebut, PT Pulo Mas Jaya selaku pengembang kawasan telah menjalin kerja sama dengan PT Bank Mega Syariah. Kedua belah pihak secara resmi menandatangani perjanjian fasilitas pembiayaan proyek untuk Pulomas Tower. Acara penandatanganan kesepakatan kerja sama pembiayaan ini digelar di Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur, pada hari Jumat (31/7). Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata dari upaya optimalisasi aset-aset milik daerah dengan mengadopsi skema pembiayaan kolaboratif yang melibatkan sektor perbankan syariah.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Dalam keterangannya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan apresiasi tinggi terhadap terjalinnya kemitraan ini. Rano menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki tanggung jawab besar yang tidak hanya terbatas pada pencapaian kinerja usaha yang sehat secara internal. Lebih dari itu, BUMD di Jakarta juga harus mampu memosisikan diri sebagai motor penggerak utama bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
"Saya menyambut baik penandatanganan fasilitas pembiayaan ini sebagai wujud sinergi antara BUMD dan sektor perbankan dalam mendukung pengembangan aset daerah agar semakin produktif," ujar Rano Karno saat memberikan tanggapan mengenai perjanjian tersebut. Ia juga menambahkan bahwa sinergi semacam ini sangat krusial untuk memastikan aset-aset daerah dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat.
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Capai 97,99 Persen

Selain memberikan apresiasi, Rano Karno juga menekankan betapa pentingnya bagi pemerintah daerah untuk memperluas jalinan kolaborasi di masa mendatang. Menurutnya, kolaborasi erat yang melibatkan pemerintah, BUMD, serta lembaga-lembaga keuangan sangat dibutuhkan untuk menyokong jalannya pembangunan di Jakarta. Skema pembiayaan kolaboratif seperti yang diterapkan pada proyek Pulomas Tower ini dinilai dapat menjadi alternatif solusi pembiayaan yang sangat baik. Dengan demikian, pembangunan berbagai proyek strategis daerah tetap dapat berjalan lancar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran pendapatan dan belanja daerah.






