PT Lautan Luas Tbk. secara resmi memperkuat upaya transisi energi mereka dengan menggandeng Greenvolt Power Indonesia sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di delapan lokasi operasional perusahaan. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen perseroan dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dan mempercepat transisi menuju penggunaan energi bersih di lingkungan operasional mereka.
Rencana perluasan instalasi PLTS ini akan mencakup wilayah geografis yang cukup luas di Indonesia. Dari delapan lokasi operasional yang direncanakan, tujuh titik di antaranya terletak di Pulau Jawa, sedangkan satu lokasi lainnya berada di Sumatra Selatan. Melalui proyek kolaboratif ini, target total kapasitas terpasang dari instalasi panel surya di delapan lokasi tersebut adalah sebesar 1.436 kWp (kilowatt peak).
Dengan kapasitas terpasang tersebut, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik bersih sekitar 1.800 MWh (megawatt hour) setiap tahunnya. Tidak hanya berkontribusi pada penyediaan energi mandiri yang ramah lingkungan, implementasi PLTS di delapan lokasi operasional ini juga memiliki potensi besar dalam menekan dampak lingkungan. Berdasarkan perhitungan proyeksi, potensi pengurangan emisi karbon dari pemanfaatan sistem tenaga surya di delapan lokasi baru tersebut diperkirakan dapat mencapai 1.455 ton CO2 per tahun.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Menurut Eurike Hadijaya, yang menjabat sebagai Head of Investor Relations, Corporate Communications & ESG Manager di PT Lautan Luas Tbk., langkah transisi ini sebenarnya bukan hal baru bagi perseroan. PT Lautan Luas Tbk. telah memulai proses pemasangan panel surya di berbagai lini usaha mereka sejak tahun 2024. Sebelum proyek perluasan di delapan lokasi ini berjalan, implementasi PLTS sebelumnya telah sukses diterapkan di dua lokasi operasional lainnya, yaitu di Dunia Kimia Jaya dan PT Liku Telaga.
Proyek awal di Dunia Kimia Jaya dan PT Liku Telaga tersebut mencatatkan hasil yang positif. Dari kedua lokasi operasional itu, kapasitas PLTS yang berhasil dihasilkan telah mencapai lebih dari 500 kWp. Selain memproduksi energi bersih, instalasi di kedua tempat tersebut juga telah berhasil mengurangi emisi karbon hingga mencapai 600 ton CO2. Jumlah pengurangan emisi ini diklaim setara dengan kontribusi lingkungan dari penanaman sekitar 14.000 pohon.
Dalam pelaksanaan proyek perluasan ini, Greenvolt Power Indonesia bertindak sebagai mitra penyedia teknologi dan pengembangan. Bobby Benly, selaku Head of Business Development dari Greenvolt Power Indonesia, turut mengawal jalannya kolaborasi strategis ini untuk memastikan target transisi energi PT Lautan Luas Tbk. dapat tercapai secara optimal sesuai dengan rencana kapasitas yang telah ditetapkan.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Sebagai salah satu pelaku industri senior di tanah air, PT Lautan Luas Tbk. memiliki sejarah panjang. Perusahaan ini didirikan pertama kali pada tahun 1951 dengan fokus bisnis awal sebagai importir dan distributor bahan kimia dasar serta khusus di Indonesia. Seiring perkembangannya, perseroan kemudian resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1997 dengan kode saham LTLS. Langkah transisi energi ini menandai babak baru bagi perusahaan dengan sejarah panjang di sektor kimia tersebut.
Hingga saat ini, PT Lautan Luas Tbk. telah tumbuh menjadi korporasi besar yang menjalin kemitraan erat dengan lebih dari 100 prinsipal internasional. Perusahaan ini menawarkan portofolio produk yang sangat luas, mencakup lebih dari 1.000 produk kimia yang dipasarkan kepada para pelanggan. Dengan skala operasional tersebut, LTLS saat ini melayani sekitar 2.000 pengguna akhir industri yang tersebar di wilayah Indonesia hingga kawasan Asia Pasifik. Pemasangan PLTS di delapan lokasi operasional ini pun diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi portofolio bisnis hijau perusahaan di masa depan.






