PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya dalam menjalankan operasional pertambangan secara terukur dan berkelanjutan. Perusahaan memastikan bahwa seluruh kegiatan penambangan yang dilakukan saat ini didasarkan pada perencanaan yang komprehensif, terstruktur, serta berbasis analisis mendalam. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga efisiensi serta keselamatan operasional di area tambang, khususnya pada area tambang bawah tanah yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis data dan perencanaan matang menjadi pilar utama dalam menghadapi tantangan teknis di lapangan.
Dalam merancang target operasional, PTFI menetapkan proyeksi produksi yang spesifik untuk periode mendatang. Untuk tahun depan, PTFI menargetkan tingkat produksi komoditas utama dapat mencapai 1,3 miliar pound tembaga serta 1 juta ounces emas. Target angka produksi ini tidak dirumuskan secara instan, melainkan lahir dari proses peramalan (forecasting) yang ketat. Proses tersebut mengacu pada hasil analisis teknis yang mendalam, pemodelan geologis, serta rencana tambang (mine plan) yang telah dirancang secara berurutan guna memastikan kesinambungan operasional.








