apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

PT Bukit Asam Lanjutkan Proyek DME, Incar Status KEK dan Kemitraan Global

Agus CahyonoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 21.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
PT Bukit Asam Lanjutkan Proyek DME, Incar Status KEK dan Kemitraan Global
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memastikan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, tetap berjalan. Proyek strategis ini kini berada di bawah koordinasi orkestrasi Danantara dengan melibatkan kolaborasi erat bersama PT Pertamina (Persero). Kepastian mengenai kelanjutan proyek tersebut disampaikan oleh Vice President Pengembangan Hilirisasi PTBA, Dahlia, dalam acara HIPMI Miners 2026 di Jakarta pada Kamis (6/8/2026).

Pengambilalihan koordinasi oleh Danantara membawa pembagian peran baru di antara para pihak yang terlibat. PTBA akan bertindak sebagai penyedia dukungan teknis sekaligus operator pabrik setelah fasilitas tersebut resmi beroperasi. Sementara itu, Pertamina memegang peran krusial sebagai pembeli siaga (offtaker) produk DME yang dihasilkan untuk menggantikan sebagian impor LPG nasional. Di sisi lain, Danantara bertanggung jawab penuh dalam mengelola proses pemilihan teknologi serta menjajaki kemitraan strategis. Hingga saat ini, sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat dan Cina dilaporkan telah membuka komunikasi dengan Danantara terkait peluang kerja sama tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Proyek yang berlokasi di Bukit Asam Coal Based Industrial Estate ini dirancang untuk memproduksi sekitar 1,4 juta ton DME per tahun. Untuk mencapai target kapasitas tersebut, pabrik membutuhkan pasokan bahan baku batu bara sekitar 7 juta ton setiap tahunnya. Melalui proses gasifikasi, batu bara terlebih dahulu akan diubah menjadi gas sintesis (syngas), kemudian diolah menjadi metanol sebelum akhirnya dikonversi menjadi DME. Langkah hilirisasi ini sejalan dengan strategi PTBA untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menyokong program Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga

Ada Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak Serok

Ada Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak Serok

Keberadaan pabrik DME ini diharapkan mampu mensubstitusi sekitar 1 juta ton impor LPG dari total kebutuhan impor nasional yang saat ini mencapai kisaran 8 juta ton per tahun. Pengurangan impor ini menjadi sangat mendesak demi meringankan beban keuangan negara. Anggota Dewan Energi Nasional, Sripeni Inten Cahyani, mengungkapkan bahwa subsidi energi saat ini sangat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp203 triliun. Angka subsidi yang luar biasa besar tersebut dinilai tidak akan sanggup terus ditopang oleh kemampuan fiskal negara secara berkelanjutan.

Guna meningkatkan kelayakan ekonomi proyek, PTBA saat ini tengah mengajukan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk area industri hilirisasi batu bara tersebut. Status KEK diharapkan dapat memberikan berbagai insentif fiskal menarik bagi calon investor, salah satunya berupa tax holiday. Terkait kesiapan infrastruktur, sekitar 99 persen dari lahan pabrik seluas 164 hektare di dalam kawasan industri 585 hektare tersebut telah dibebaskan. Lokasi ini juga telah didukung oleh pembangkit listrik berkapasitas 2 x 660 megawatt serta akses pasokan air dari Sungai Enim yang berjarak sekitar tiga kilometer.

Baca Juga

Investasi S&P 500 dan Nasdaq Kini Bisa Lewat Blockchain Melalui Tokenized ETF

Investasi S&P 500 dan Nasdaq Kini Bisa Lewat Blockchain Melalui Tokenized ETF

Meskipun persiapan infrastruktur dasar telah berjalan baik, proyek ini masih menghadapi tahapan validasi yang cukup panjang. Berdasarkan linimasa yang ditetapkan, proses validasi kajian bisnis (business case validation) ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Setelah tahapan tersebut terpenuhi, keputusan investasi akhir (final investment decision/FID) baru ditargetkan dapat diambil pada tahun 2027 mendatang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DanantaraPTBADMEHilirisasi Batubara

Berita Terbaru Lainnya

Ada Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak SerokInvestasi S&P 500 dan Nasdaq Kini Bisa Lewat Blockchain Melalui Tokenized ETFDewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama Pembangunan Pos Militer di GazaNilai Transfer Fantastis James Trafford ke Leeds United dan Rekor Kiper Termahal InggrisPersebaya Juara Piala Presiden 2026, Ribuan Suporter Konvoi Padati Jalanan SurabayaMenjaga Kesehatan Saluran Cerna Anak Selama Periode Emas 1000 HPKTrump Geram Kebocoran Cadangan Amunisi AS Perlemah Posisi Hadapi IranSatgas PASTI OJK Tindak 1.220 Entitas Keuangan Ilegal Sepanjang Periode Januari Hingga Juli 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap