Pekerjaan infrastruktur transportasi massal di Jakarta terus menunjukkan tren positif. Hingga kini, progres pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (BHI) hingga Kota Tua secara keseluruhan telah mencapai 51,31 persen. Angka pencapaian tersebut berhasil melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 50,23 persen. Proyek ini dibagi menjadi beberapa paket kontrak (CP), dengan pengerjaan yang menunjukkan kemajuan bervariasi pada setiap bagian.
Salah satu yang mencatatkan kemajuan signifikan adalah paket CP 201 yang menghubungkan Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas. Menurut Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Weni Maulina, progres pembangunan jalur MRT paket CP 201 telah mencapai 92 persen. Secara lebih rinci, progres pekerjaan sipil (civil works) untuk CP 201 (Bundaran HI-Harmoni) telah menyentuh angka 88,87 persen. Sementara itu, untuk paket lainnya, kemajuan pekerjaan sipil pada CP 202 (Harmoni-Mangga Besar) mencapai 55,64 persen, dan CP 203 (Mangga Besar-Kota) mencapai 75,95 persen. Adapun progres untuk paket CP 205 yang mencakup sistem perkeretaapian dan pekerjaan jalur (railway system and track work) telah berjalan sebesar 20,88 persen.
HUT RI ke-81, Pramono Tegaskan Komitmen Bangun Jakarta Maju & Inklusif

Perkembangan proyek ini juga mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Pada Selasa, 12 Mei 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung proyek MRT Jakarta Fase 2A di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Dalam peninjauan tersebut, Gibran menyatakan rasa puas dan gembira atas perkembangan pembangunan rute Utara-Selatan ini. Salah satu hal yang diapresiasi adalah keterlibatan sekitar 3.800 pekerja dalam proyek Fase 2A ini yang seluruhnya merupakan warga negara Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Pramono Anung mengingatkan bahwa kualitas pembangunan harus tetap menjadi prioritas utama yang dijaga selama pengerjaan berlangsung.
Di sisi lain, Stasiun Monas yang masuk dalam paket CP 201 memiliki keunikan tersendiri. Stasiun ini dirancang dengan dua pintu masuk, yakni di Jalan Museum dan di kawasan Silang Barat Monas. Pintu masuk kedua Stasiun Monas akan dilengkapi dengan tiga set travelator untuk membantu penumpang menempuh jarak sekitar 170 meter dari pintu masuk menuju bagian dalam stasiun. Fasilitas travelator ini menjadikan Stasiun Monas sebagai stasiun pertama di Jakarta dan Indonesia, di luar area bandara, yang memiliki fasilitas tersebut. Selain itu, stasiun ini juga dilengkapi koridor selebar hampir 10 meter yang disiapkan untuk mewadahi kegiatan seni dan budaya. Pembangunan koridor dari pintu masuk pertama Stasiun Monas ini menggunakan metode box jacking, yaitu teknik konstruksi bawah tanah tanpa penggalian dari permukaan. Metode ini diterapkan karena area di atasnya merupakan kawasan ring 1 yang dekat dengan Istana Merdeka, sehingga penutupan jalan tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Rencana Perpanjangan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya dan Integrasi LRT Jakarta

Masyarakat ditargetkan dapat segera menikmati fasilitas transportasi ini secara bertahap. Pembangunan paket CP 201 yang meliputi Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas ditargetkan rampung pada Desember 2027. Secara keseluruhan, segmen Bundaran HI hingga Harmoni ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027. Sementara itu, kelanjutan jalur MRT hingga ke kawasan Kota Tua ditargetkan dapat beroperasi pada Februari 2030.






