Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong pemenuhan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi berbagai produk elektronik yang beredar di pasar domestik. Menanggapi kebijakan tersebut, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple, berkomitmen untuk menggelontorkan investasi bernilai besar di tanah air. Apple menanamkan dana sebesar 160 juta dolar AS, atau setara dengan kurang lebih Rp2,5 triliun. Langkah ini dilakukan secara khusus untuk memenuhi kebijakan TKDN yang berlaku pada produk-produk elektronik mereka, seperti telepon seluler (handphone), komputer genggam, serta tablet. Komitmen investasi yang bernilai triliunan rupiah ini direncanakan akan berjalan untuk periode tahun 2026 hingga 2028 mendatang.
Realisasi dari komitmen investasi Apple di Indonesia ini diwujudkan secara nyata melalui operasional fasilitas produksi di dua lokasi utama di Indonesia. Salah satu lokasi penting tersebut berada di Kawasan Industri Tunas Industrial Prima (TIP), Batam. Di kawasan industri ini, Apple mengoperasikan pabrik perakitan untuk perangkat pelacak pintar mereka yang dikenal sebagai AirTag. Kehadiran fasilitas di Batam ini menandai tonggak sejarah baru karena menjadi unit produksi AirTag pertama milik Apple yang dibangun dan dioperasikan di Indonesia. Menariknya, produk-produk AirTag yang dirakit di Batam ini tidak hanya ditujukan untuk pasar lokal, melainkan sudah mulai diekspor ke Amerika Serikat.
Sebagai informasi mengenai perangkat yang diproduksi di Batam, AirTag sendiri merupakan sistem pelacakan canggih milik Apple yang dirancang untuk melacak lokasi berbagai perangkat. Sistem pelacakan ini terintegrasi secara langsung dengan interkoneksi fitur "Find My" yang menjadi bagian dari ekosistem perangkat Apple. Dengan adanya fasilitas perakitan di Batam, Indonesia kini memiliki peran penting dalam rantai pasok global untuk perangkat pelacak pintar tersebut, terutama dalam memenuhi kebutuhan pasar di Amerika Serikat yang menjadi tujuan ekspor utamanya.
Smelter Freeport di Gresik Bersiap Beroperasi Kembali pada September

Selain fasilitas di Batam, Apple juga memiliki pusat produksi lain yang terletak di wilayah Jawa Barat. Di fasilitas produksi Jawa Barat ini, fokus utamanya adalah memproduksi komponen aksesori yang ditujukan untuk perangkat headphone premium mereka, yaitu AirPods Max. Pabrik yang berlokasi di Jawa Barat ini dilaporkan telah beroperasi secara penuh. Kehadiran pabrik ini juga memiliki kontribusi dalam menyuplai kebutuhan pasar global karena hasil produksinya secara aktif disalurkan melalui aktivitas ekspor ke berbagai negara di dunia.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik pabrik dan manufaktur perangkat keras, investasi Apple di Indonesia juga menyasar pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi. Hal ini diwujudkan dengan pembentukan lembaga pelatihan yang dinamakan Apple Developer Institute. Untuk menjangkau talenta-talenta lokal secara lebih luas, Apple telah menghadirkan Apple Developer Institute di beberapa kota strategis di Indonesia. Kota-kota yang menjadi lokasi berdirinya lembaga ini meliputi Jakarta, Batam, Surabaya, dan Tangerang.
Fokus pada Barang Mewah, Kebijakan Kenaikan PPN Menjadi 12 Persen Tahun 2025 Resmi Berlaku

Meskipun investasi senilai Rp2,5 triliun di Indonesia ini terbilang cukup signifikan untuk memenuhi kebijakan TKDN, jumlah tersebut nyatanya masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan investasi Apple di negara Asia Tenggara lainnya. Sebagai perbandingan, Apple tercatat telah menanamkan investasi dengan nilai yang sangat fantastis di Vietnam, yaitu mencapai lebih dari Rp256 triliun. Jaringan investasi yang sangat masif di Vietnam tersebut digunakan untuk mendukung produksi berbagai perangkat utama Apple yang memiliki skala pasar global, seperti MacBook, iPad, Apple Watch, hingga AirPods. Selain itu, skala operasional yang besar di Vietnam juga mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang sangat besar, yakni mencapai sekitar 200.000 orang.






