apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Presiden Prabowo Dijadwalkan Umumkan Langsung Paket Insentif Kendaraan Listrik

Andi TobanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 08.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Presiden Prabowo Dijadwalkan Umumkan Langsung Paket Insentif Kendaraan Listrik
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Penyelenggaraan pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi dibuka pada Selasa, 4 Agustus 2026. Bertempat di ICE BSD City, Tangerang, ajang industri otomotif tahunan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kehadiran Menkeu dalam pembukaan pameran tersebut sekaligus menjadi momen penting bagi pelaku industri untuk mendapatkan kepastian mengenai arah kebijakan dukungan pemerintah terhadap sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di tanah air.

Dalam sambutannya saat meresmikan pameran tersebut, Purbaya mengungkapkan informasi penting terkait rencana penerbitan stimulus baru untuk sektor EV. Menteri Keuangan menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan mengumumkan langsung paket stimulus tersebut kepada publik. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Purbaya, pengumuman resmi dari Presiden diperkirakan bakal terlaksana dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan mendatang.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Langkah pengumuman langsung oleh kepala negara ini menunjukkan fokus besar pemerintah terhadap percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan. Saat ini, pemerintah tengah mematangkan persiapan pemberian insentif yang ditargetkan dapat menjangkau sekitar 500 ribu unit kendaraan listrik. Kuota insentif tersebut dirancang untuk mencakup kendaraan roda dua berupa sepeda motor listrik serta kendaraan roda empat berupa mobil listrik.

Baca Juga

Jetour Hadirkan Empat Karakter SUV untuk Ragam Mobilitas di GIIAS 2026

Jetour Hadirkan Empat Karakter SUV untuk Ragam Mobilitas di GIIAS 2026

Terkait bentuk stimulus yang akan diberikan, pemerintah telah menyiapkan beberapa skema keringanan fiskal. Salah satu poin utama dalam rencana kebijakan ini adalah pemberian fasilitas pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan besaran hingga 100 persen. Selain pembebasan PPnBM, pemerintah juga berencana memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen, khusus bagi kendaraan yang nantinya dinilai memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kendati demikian, implementasi insentif ini diproyeksikan akan memiliki batasan cakupan teknologi yang cukup ketat. Kebijakan stimulus yang tengah digodok tersebut kemungkinan besar hanya akan berlaku secara eksklusif untuk kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV). Di sisi lain, kendaraan dengan teknologi hybrid serta plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) diperkirakan belum akan dimasukkan ke dalam skema insentif baru ini, sehingga fokus penuh saat ini diarahkan pada pengembangan BEV.

Baca Juga

Industri Garmen dan Tekstil Terpukul, PHK di Jawa Tengah Capai 6.604 Orang hingga Juli 2026

Industri Garmen dan Tekstil Terpukul, PHK di Jawa Tengah Capai 6.604 Orang hingga Juli 2026

Selain berfokus pada insentif jangka pendek, pemerintah juga telah mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan fiskal jangka panjang. Pengembangan mobil dan sepeda motor nasional kini telah dimasukkan sebagai salah satu Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Kebijakan ini ditempatkan di bawah payung besar agenda hilirisasi serta industrialisasi nasional yang sedang gencar didorong oleh pemerintah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya juga telah menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik ini bagi mobil yang menyandang status merek nasional. Hal ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan industri otomotif lokal agar mampu bersaing di era elektrifikasi. Namun, hingga saat ini, pemerintah belum merinci secara detail mengenai parameter atau kriteria khusus yang menentukan kendaraan seperti apa yang dapat dikategorikan sebagai mobil merek nasional. Ketidakjelasan kriteria ini menjadi salah satu aspek yang masih dinantikan penjelasannya oleh para pelaku industri otomotif di Indonesia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kebijakan fiskalmobil listrikGIIAS 2026insentif kendaraan listrik

Berita Terbaru Lainnya

Qatar Ungkap Kemajuan Mediasi Konflik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Langsung MerosotGudang Senjata Pentagon Terkuras, Perang Iran Picu Krisis Amunisi Presisi Tinggi ASKenyang dengan Pemadaman Listrik Massal, Krisis Energi Kuba Belum BerakhirNigeria Naikkan Gaji Tentara hingga 80 Persen Mulai September Demi Hadapi Krisis KeamananJetour Hadirkan Empat Karakter SUV untuk Ragam Mobilitas di GIIAS 2026Industri Garmen dan Tekstil Terpukul, PHK di Jawa Tengah Capai 6.604 Orang hingga Juli 2026PMI Manufaktur Indonesia Kembali Ekspansif pada Juli 2026, Kadin Ingatkan Pemulihan Belum SolidAkademisi UPNVJ Dorong Diversifikasi Produk dan Pembenahan Finansial UMKM Papandra di Depok

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap