Pramono Pangkas Ambisi Gedung 20 Lantai, Fokus Rampungkan SDN Cipete yang Mangkrak

Domu TobingPublished 27 Jul 2026 - 05.00 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Pramono Pangkas Ambisi Gedung 20 Lantai, Fokus Rampungkan SDN Cipete yang Mangkrak
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Di tengah keramaian Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Rasuna Said, Minggu pagi kemarin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kabar yang paling dinanti warga Cipete Utara. Setelah setahun lebih proyek sekolah mereka menjadi tontonan publik di media sosial, ia memastikan pembangunan SDN 01 Cipete Utara akan segera dirampungkan. Janji itu datang tidak hanya sebagai komitmen politik, tetapi juga penutup sebuah episode perencanaan yang selama ini berliku dan kerap berubah arah.

Kisah gedung sekolah itu nyaris menjadi potret klasik ambisi yang tersandung. Mulanya, dinas terkait hanya ingin membangun ulang gedung sekolah yang sudah tua. Namun di tengah jalan, bergulir wacana mengubah proyek ini menjadi bangunan serbaguna komersial yang menjulang hingga 20 lantai. Sekolah tetap ada di lantai bawah, sementara ruang di atasnya direncanakan untuk fungsi lain. Gagasan itu mengundang banyak pertanyaan dari warga, apalagi ketika pelaksana di lapangan tak kunjung menunjukkan titik terang.

Belakangan, proyek kembali berbelok. Setelah kontraktor berganti, desain ditarik lagi ke fungsi asal: murni gedung sekolah. Namun eksekusinya justru melampaui tenggat waktu yang telah disepakati. Bangunan empat lantai berdiri separuh jadi, sementara para siswa harus rela menumpang belajar di sekolah lain. Video yang beredar pekan ini memperlihatkan bagaimana pihak sekolah bahkan terpaksa memindahkan barang-barang dari lokasi tumpangan ke gedung yang belum selesai, sebuah upaya putus asa untuk segera menempati kembali rumah pendidikan mereka sendiri.

Also Read

ZF Group Ramaikan Pasar Suku Cadang Aftermarket Lewat Merek TRW

Pramono tidak menutupi bahwa proyek tersebut mengalami perubahan rencana lebih dari sekali. “Di tengah jalan kemudian ada keinginan untuk mixed use, membangun ke atas sampai 20 lantai,” ungkapnya, seperti dikutip dari keterangan pers. Ia mengakui bahwa waktunya sudah habis dan kontraktor pun berubah-ubah. Kini ia memilih memangkas seluruh ambisi tambahan. Komponen serbaguna dihentikan, seluruh energi akan difokuskan menuntaskan gedung sekolah terlebih dulu. “Yang paling penting adalah SD Negeri 1 Cipete akan bisa segera diselesaikan,” tegasnya.

Keputusan itu sekaligus menutup spekulasi panjang warga tentang kapan anak-anak mereka bisa belajar di lingkungan yang layak. Meski tak menyebut angka pasti penyelesaian, sinyal dari Gubernur cukup kuat: tidak ada lagi alasan bagi proyek ini untuk kembali tertunda. Bagi sebagian warga Jakarta Selatan, langkah ini menjadi ujian perdana tata kelola Pramono di bidang pendidikan, setelah sebelumnya pembangunan SD itu nyaris hilang arah di tengah tarik-menarik kepentingan antara penyediaan fasilitas publik dan komersialisasi aset daerah.

Also Read

Perayaan Cinta di Berlin Berubah Mencekam, Polisi Kantongi Identitas Penabrak Parade Pride

Kini perhatian beralih pada kecepatan realisasi. Setelah viral karena kemangkrakannya, mata publik akan terus mengawasi apakah janji pagi itu akan lekas berubah menjadi bunyi lonceng sekolah yang pulang ke rumahnya sendiri.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca