Sebuah tragedi memilukan menyelimuti sinergi aparat keamanan di Aceh ketika naluri seorang prajurit untuk menegakkan hukum berujung pada hilangnya nyawa. Pratu Galuh Nugraha, seorang anggota Polisi Militer Angkatan Darat (POM TNI AD), gugur dalam sebuah insiden menegangkan di Kabupaten Bireuen. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya setelah terkena peluru rekoset saat secara sukarela membantu aparat kepolisian mengejar komplotan bandar narkoba yang berusaha melarikan diri.
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (25/7), ketika aparat kepolisian menggelar operasi penyergapan di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Juli, kawasan Desa Cot Meurak, Kabupaten Bireuen. Target operasi adalah sebuah mobil yang ditumpangi oleh empat orang terduga bandar barang haram tersebut. Dalam penyergapan awal yang berlangsung cepat, polisi berhasil mengamankan satu terduga pelaku yang disinyalir merupakan oknum anggota Brimob, sementara tiga pelaku lainnya memilih nekat melarikan diri dari kepungan petugas.
Pelarian ketiga tersangka memicu aksi kejar-kejaran yang menegangkan di jalanan. Di tengah situasi yang kacau dan berbahaya tersebut, petugas kepolisian terpaksa melepaskan tembakan ke arah para pelaku yang terus berusaha lolos. Pratu Galuh Nugraha, yang berada di lokasi kejadian, secara spontan menunjukkan naluri prajuritnya dengan ikut membantu aparat melakukan pengejaran. Nahas, sebuah peluru rekoset atau pantulan peluru mengenai tubuhnya. Saat itu, petugas di lapangan mengira korban adalah warga sipil biasa yang berinisiatif membantu proses penangkapan tersebut.
Amuk Massa di Tabanan Menyisakan Duka Mendalam dan Jerat Hukum bagi Pelaku

Setelah terkena peluru nyasar tersebut, korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, luka yang diderita terlalu parah hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia. Identitas asli korban sebagai anggota Polisi Militer Angkatan Darat baru terungkap secara jelas setelah proses penanganan di rumah sakit. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, memberikan konfirmasi resmi mengenai gugurnya Pratu Galuh dan menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian almarhum yang rela mempertaruhkan nyawa demi membantu tugas kepolisian.
Menyikapi insiden sensitif ini, pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh langsung bergerak cepat untuk mencegah kesalahpahaman antarinstitusi. Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan segera menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda guna menyampaikan kronologi dan fakta-fakta awal kejadian di lapangan. Polda Aceh juga menyampaikan belasungkawa resmi kepada keluarga almarhum dan seluruh korps TNI atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh Pratu Galuh Nugraha.
Misteri Keberadaan Atlet Golf Jesslyn Wijaya yang Terdeteksi Terbang ke Thailand

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihak kepolisian mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh spekulasi liar yang beredar di media sosial. Polda Aceh meminta publik untuk menyaring informasi dengan bijak serta menghindari penyebaran dokumentasi visual maupun narasi tidak resmi terkait peristiwa ini yang belum terverifikasi kebenarannya. Sementara itu, pengejaran terhadap tiga tersangka narkoba yang berhasil lolos masih terus diintensifkan oleh tim gabungan.






