Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar 7,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga mencapai Rp327 triliun pada Juni 2026. Capaian ini menjadi bukti konkret dari komitmen perseroan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dari keseluruhan dana tersebut, penyaluran pembiayaan hijau tercatat sebesar Rp173 triliun, sedangkan untuk alokasi portofolio sosial mencapai Rp155 triliun. Melalui penyaluran ini, perseroan berupaya menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.
Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, mengutarakan bahwa seluruh komitmen keberlanjutan perseroan dijalankan melalui tiga pilar utama. Ketiga pilar tersebut adalah Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking. Dengan kerangka kerja ini, Bank Mandiri terus memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat luas. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mewujudkan visi jangka panjang menjadi institusi keuangan terbaik di Asia Tenggara (The Best Financial Institution in Southeast Asia).








