Tim Laboratorium Forensik (Lapfor) Polda Jawa Tengah bersama Satreskrim Polres Brebes melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di sebuah gudang limbah karet yang digunakan sebagai bahan pembuatan sepatu. Kegiatan olah TKP tersebut dilaksanakan di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, pada Minggu (16/8). Langkah ini diambil guna menyelidiki secara mendalam penyebab pasti terjadinya kebakaran yang menghanguskan fasilitas tersebut.
Untuk mempermudah proses penyelidikan di gudang limbah seluas dua hektare tersebut, tim kepolisian langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian. Selain melakukan sterilisasi area, petugas juga mengamankan dan membawa sejumlah barang bukti berupa sisa-sisa material yang terbakar dari TKP. Barang bukti ini nantinya akan diperiksa lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik.
Kapolres Brebes, AKBP M. Ali Akbar, menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari 10 orang saksi untuk mendalami peristiwa ini. Saksi-saksi yang diperiksa tersebut di antaranya termasuk para karyawan gudang yang mengetahui kronologi kejadian. Kepolisian terus mengumpulkan data serta informasi penting lainnya guna mengungkap penyebab kebakaran gudang limbah non-B3 tersebut.
Perdebatan Kesiapan Migrasi Siaran TV Analog ke Digital

Peristiwa kebakaran di gudang penyimpanan bahan baku limbah non-B3 ini diketahui mulai berkobar sejak hari Sabtu (8/8/2026) pekan lalu. Akibat besarnya kobaran api dan material yang mudah terbakar, petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu hingga empat hari untuk dapat menjinakkan amukan si jago merah di lokasi tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah kondisi Kabupaten Brebes yang telah memasuki musim kemarau sejak bulan Mei 2026. Masuknya musim kemarau ini secara umum meningkatkan risiko terjadinya kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Akibat lain dari musim kemarau ini adalah menyusutnya volume air secara drastis di berbagai bendungan daerah, sehingga pengelola harus menerapkan sistem gilir air demi menjaga ketersediaan irigasi pertanian.
Meski demikian, cuaca panas ekstrem selama musim kemarau ini juga membawa dampak tersendiri bagi sektor usaha lain di Brebes. Di wilayah Banjarharjo, Brebes, cuaca panas justru mempercepat proses produksi bata merah. Hal ini membuat para perajin bata merah di daerah tersebut mengalami kenaikan keuntungan hingga 20% seiring dengan tingginya permintaan pasar. Di sisi lain, Kabupaten Brebes juga tengah menyelenggarakan Brebes Expo 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah Siapkan Proyek Percontohan KRIS BPJS Kesehatan

Selain di Brebes, potensi dan kejadian kebakaran akibat musim kemarau juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia. Sebagai contoh, kebakaran lahan gambut di Provinsi Jambi mulai merangsek masuk ke kawasan gambut pada Sabtu siang (15/8). Sementara itu, di kawasan Kawah Wadon yang berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), titik panas dan kepulan asap dilaporkan masih terdeteksi di lokasi kebakaran vegetasi. Kondisi kekeringan juga mulai meningkatkan potensi karhutla di sejumlah wilayah Balikpapan.
Di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan, sebuah kebakaran hebat juga melanda gudang Yakult yang terletak di Jalan Poros Pallangga. Dalam proses pemadaman gudang tersebut, petugas pemadam kebakaran sempat menghadapi kendala akibat adanya kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian. Menanggapi tingginya risiko kebakaran di berbagai daerah, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan






