PNM Tanam Puluhan Ribu Mangrove demi Amankan Ekonomi Warga Pesisir

Domu TobingPublished 27 Jul 2026 - 07.140 Reads
Bagikan WhatsAppX
PNM Tanam Puluhan Ribu Mangrove demi Amankan Ekonomi Warga Pesisir
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Kelestarian alam pesisir kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan fondasi utama bagi kelangsungan ekonomi masyarakat kecil. Menyadari keterkaitan erat ini, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mengambil langkah konkret dengan mengintegrasikan perlindungan ekologi ke dalam program pemberdayaan ekonomi mereka. Melalui inisiatif bertajuk PNM Green Impact, lembaga pembiayaan ini berupaya menjaga benteng pertahanan pantai sekaligus mengamankan mata pencaharian para nasabahnya yang tersebar di wilayah pesisir Indonesia.

Momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi panggung kolaborasi nyata bagi PNM. Bersama pemerintah daerah, komunitas peduli lingkungan, masyarakat setempat, serta para nasabah binaan, PNM secara serentak menanam 22 ribu pohon mangrove. Aksi penghijauan ini tersebar di 18 titik kawasan pesisir di berbagai penjuru tanah air. Langkah ini menjadi bagian awal dari peta jalan jangka panjang PNM yang menargetkan penanaman total 196.700 pohon mangrove di 58 lokasi berbeda di seluruh Indonesia sepanjang periode tahun 2024 hingga 2026.

Bagi PNM, menjaga kelestarian ekosistem pesisir adalah investasi langsung untuk keberlanjutan usaha mikro. Sebagian besar nasabah PNM di wilayah pesisir menggantungkan hidup mereka pada sektor-sektor yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, seperti perikanan tangkap, budi daya hasil laut, perdagangan, hingga usaha kuliner yang menyajikan hidangan laut. Ketika abrasi mengikis daratan dan kerusakan lingkungan merusak habitat laut, rantai pasok usaha mereka terputus, yang pada akhirnya mengancam stabilitas ekonomi keluarga.

Also Read

Mengapa Konflik Timur Tengah Gagal Dongkrak Harga Emas

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa esensi dari pemberdayaan masyarakat adalah menjamin masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. Menurutnya, tindakan menanam mangrove memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar menancapkan bibit pohon di lumpur pantai. Aktivitas ini merupakan upaya nyata dalam membangun sistem perlindungan alam yang kokoh, menjaga keberlangsungan usaha masyarakat, serta menyalakan harapan bagi ribuan keluarga nelayan yang kehidupan sehari-harinya bergantung penuh pada kesehatan ekosistem laut.

Secara ekologis, hutan mangrove berfungsi efektif dalam menahan laju abrasi, mencegah intrusi air laut ke daratan, serta meredam hantaman gelombang ekstrem. Selain itu, kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai biota laut dan bertindak sebagai penyerap karbon yang sangat efisien. Dari sisi ekonomi, pulihnya ekosistem mangrove membuka berbagai peluang usaha baru bagi warga lokal. Potensi ini mencakup pembibitan mangrove, pengembangan kawasan ekowisata, praktik budi daya perikanan yang ramah lingkungan, hingga pengolahan produk turunan mangrove yang bernilai ekonomi tinggi.

Also Read

Siasat Pendanaan Pusat Finansial Baru Indonesia Tanpa Menguras APBN

Melalui program PNM Green Impact, PNM ingin membuktikan bahwa akses permodalan dan pendampingan usaha harus berjalan selaras dengan pelestarian alam. Dengan menjaga lingkungan hidup yang menjadi ruang usaha masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah pesisir bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kepastian yang sedang dibangun bersama.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca