PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus berkomitmen memberikan solusi nyata bagi perkembangan usaha para nasabahnya. Melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan, PNM secara aktif membantu para nasabah yang tergabung dalam program Mekaar. Salah satu langkah konkret yang dilakukan oleh PNM untuk mendukung kemajuan usaha ini adalah dengan menyelenggarakan program bernama Reward Studi Banding. Melalui program tersebut, PNM berupaya membuka peluang baru dan memperluas wawasan usaha para pelaku usaha ultra mikro agar dapat terus berkembang secara mandiri.
Dalam pelaksanaan program Reward Studi Banding ini, PNM secara khusus mengajak para ketua kelompok nasabah PNM Mekaar untuk ikut serta. Partisipasi para ketua kelompok ini dinilai sangat penting karena mereka dapat menjadi motor penggerak bagi anggota kelompok lainnya. Dengan mengikuti program ini, para ketua kelompok nasabah PNM Mekaar mendapatkan kesempatan berharga untuk melihat langsung praktik bisnis yang sukses di daerah lain, yang kemudian diharapkan dapat menginspirasi dan meningkatkan kapasitas usaha mereka secara berkelanjutan.
Salah satu lokasi yang menjadi tujuan dalam program ini adalah Solo. Melalui kegiatan studi banding di Solo tersebut, para peserta diajarkan secara langsung tentang tata cara mengolah bahan baku lokal berupa singkong. Secara spesifik, studi banding di Solo ini mengajarkan para peserta bagaimana cara mengolah singkong menjadi produk makanan olahan tradisional seperti slondok hingga gemblong. Pelatihan pengolahan singkong menjadi slondok dan gemblong ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana bahan pangan sederhana dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Pentingnya metode pembelajaran langsung di lapangan ini ditegaskan oleh Direktur Utama PNM, Kindaris. Pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, Kindaris menyatakan bahwa pengalaman belajar langsung menjadi salah satu cara paling efektif dalam membangun kapasitas usaha yang dibangun dari dapur rumah tangga. Menurut Kindaris, melihat dan mempraktikkan langsung proses produksi memberikan pemahaman yang jauh lebih mendalam bagi para pelaku usaha kecil, sehingga mereka dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha rumahan mereka.
Manfaat nyata dari program Reward Studi Banding ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta, yaitu Dyah Wulandari. Dyah Wulandari menyatakan bahwa dirinya mendapatkan banyak sekali ide baru untuk mengembangkan usahanya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku sangat terinspirasi setelah melihat langsung bagaimana proses pengolahan singkong menjadi produk-produk olahan dengan nilai jual yang lebih tinggi. Informasi dan pengalaman praktis yang diperoleh Dyah Wulandari selama program studi banding ini membuka perspektif baru baginya dalam mengelola dan meningkatkan nilai produk usahanya.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Melalui inisiatif program Reward Studi Banding ini, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan dapat diwujudkan melalui edukasi praktis. Dengan memfasilitasi para ketua kelompok nasabah PNM Mekaar untuk belajar langsung, seperti mengolah singkong menjadi slondok dan gemblong di Solo, PNM membantu membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dari tingkat rumah tangga. Upaya ini sejalan dengan pernyataan Direktur Utama PNM Kindaris pada Kamis, 6 Agustus 2026, mengenai efektivitas belajar langsung dalam membangun kapasitas usaha dari dapur rumah tangga.






