Langkah nyata untuk mendorong peningkatan kelas usaha ultra mikro terus dilakukan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Sebagai lembaga yang kini beroperasi di bawah naungan Danantara, PNM memperkuat komitmen pemberdayaannya dengan memfasilitasi program Reward Studi Banding bagi para ketua kelompok nasabah PNM Mekaar. Program ini dirancang untuk membuka wawasan baru serta memberikan inspirasi langsung kepada para pelaku usaha di tingkat akar rumput agar mampu menghadirkan inovasi dalam menjalankan usaha mereka sehari-hari. Upaya ini menjadi bagian penting dari pendekatan pemberdayaan berkelanjutan yang diusung oleh perusahaan guna memastikan nasabah tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga peningkatan kapasitas diri.
Langkah pemberdayaan berkelanjutan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan apresiasi sekaligus pembekalan praktis kepada para ketua kelompok yang selama ini menjadi penggerak utama program Mekaar di berbagai wilayah. Melalui program Reward Studi Banding, PNM mengajak para ketua kelompok terpilih untuk melihat langsung praktik terbaik di lapangan. Dengan melihat proses produksi secara langsung, para pelaku usaha ultra mikro diharapkan dapat memahami rantai nilai produk dari hulu ke hilir serta terdorong untuk meningkatkan kualitas maupun variasi produk yang mereka hasilkan sendiri di daerah asal masing-masing.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Salah satu implementasi dari program ini berlangsung di Solo, di mana para peserta diajak untuk mempelajari teknik pengolahan bahan pangan lokal secara mendalam. Dalam studi banding tersebut, para ketua kelompok nasabah mendapatkan kesempatan berharga untuk melihat dan mempelajari secara langsung cara mengolah singkong menjadi produk kuliner tradisional yang memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti slondok dan gemblong. Pelatihan langsung ini dirancang agar mudah dipahami dan diterapkan secara mandiri oleh para nasabah sekembalinya mereka dari kegiatan studi banding, sekaligus membuka potensi pemanfaatan bahan baku lokal secara lebih optimal.
Dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta, salah satunya adalah Dyah Wulandari. Setelah mengamati secara langsung bagaimana singkong mentah diproses hingga menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi, Dyah mengaku mendapatkan banyak ide segar untuk mengembangkan usaha yang dirintisnya. Pengetahuan praktis mengenai diversifikasi produk olahan singkong ini memberikan perspektif baru bagi dirinya bahwa bahan baku sederhana yang melimpah di sekitar tempat tinggal dapat diubah menjadi sumber pendapatan yang jauh lebih menjanjikan jika dikelola dengan kreativitas dan inovasi yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan pelaku usaha lain yang sudah sukses mengolah bahan serupa terbukti mampu memicu motivasi baru.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Ke depan, PNM mengharapkan program ini memberikan efek domino bagi seluruh anggota kelompok Mekaar lainnya. Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah terjadinya proses transfer pengetahuan yang efektif. Pihak manajemen PNM menginginkan agar setiap pengalaman berharga yang didapatkan oleh para ketua kelompok selama mengikuti studi banding dapat diterjemahkan dengan baik dan diajarkan kembali kepada seluruh anggota kelompok mereka di daerah masing-masing. Melalui mekanisme saling berbagi ilmu ini, diharapkan muncul berbagai inovasi usaha baru yang kolektif, yang pada akhirnya mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga para nasabah Mekaar secara berkelanjutan di bawah dukungan ekosistem Danantara.






