Upaya untuk memenuhi kebutuhan energi bersih di Indonesia terus ditingkatkan melalui berbagai kolaborasi strategis. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan melibatkan sektor swasta secara aktif dalam pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan. Terkait hal ini, PT PLN (Persero) secara masif merangkul pihak swasta untuk ikut serta mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Kemitraan strategis dengan sektor swasta ini direncanakan akan berlangsung dalam jangka panjang hingga tahun 2034 mendatang.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan rencana pengembangan ketenagalistrikan nasional yang telah disusun secara terperinci. Berdasarkan dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode tahun 2025 hingga 2034, total proyek PLTA dan PLTM yang direncanakan mencapai 315 proyek. Jika seluruh proyek ini berhasil diselesaikan, total kapasitas pembangkit listrik berbasis hidro tersebut akan mencapai 11.689,99 megawatt (MW) atau setara dengan 11,7 gigawatt (GW). Dari keseluruhan target tersebut, porsi terbesar akan diserahkan kepada pengembang swasta.








