Kesadaran masyarakat Indonesia untuk berinvestasi dan mengamankan aset finansial mereka terus mengalami peningkatan yang signifikan. Memasuki tahun 2026, strategi diversifikasi dengan membangun portofolio multi-aset semakin diminati untuk meminimalkan risiko kerugian investasi. Di tengah dinamika pasar, instrumen reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap umumnya memiliki pergerakan harga yang cenderung lebih stabil jika dibandingkan dengan instrumen lain seperti saham maupun aset kripto. Meskipun menawarkan kestabilan, para investor tetap harus memperhatikan berbagai faktor biaya sebelum membeli produk reksadana. Salah satu biaya yang penting untuk diperhatikan adalah expense ratio, yaitu biaya tahunan yang dipotong secara otomatis dari Net Asset Value (NAB) reksadana tersebut.
Untuk memfasilitasi kebutuhan investasi multi-aset ini, beberapa platform digital di Indonesia menawarkan berbagai fitur unggulan dengan keunggulannya masing-masing. Salah satu aplikasi yang menyediakan layanan investasi multi-aset terintegrasi secara lengkap adalah Pluang. Melalui aplikasi Pluang, pengguna dapat berinvestasi dengan modal awal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp10.000 saja. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai jenis aset investasi seperti reksadana, saham Indonesia, saham Amerika Serikat, aset kripto, hingga emas digital dalam satu platform yang sama. Keamanan investasi di Pluang juga terjamin karena operasionalnya berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bappebti, dan Bank Indonesia. Khusus untuk layanan reksadana, Pluang menghadirkannya melalui PT Sarana Santosa Sejati (Pluang Grow) yang bertindak sebagai APERD dengan izin resmi dari OJK.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Selain aplikasi Pluang, terdapat aplikasi Bibit yang juga dapat diakses oleh investor dengan modal awal mulai dari Rp10.000. Berbeda dengan pendekatan Pluang yang menyediakan banyak jenis aset, Bibit memfokuskan layanannya pada investasi reksadana dengan pendekatan berbasis tujuan finansial (goal-based investing) serta memberikan rekomendasi investasi yang disesuaikan dengan profil risiko dari masing-masing pengguna. Sementara itu, bagi investor yang ingin mengombinasikan investasi reksadana dengan saham lokal, aplikasi Ajaib menawarkan solusi investasi reksadana sekaligus saham Indonesia dalam satu ekosistem yang terpadu. Sama seperti platform sebelumnya, Ajaib juga menetapkan syarat modal awal yang sangat terjangkau bagi para penggunanya, yaitu minimal sebesar Rp10.000 saja.
Pilihan platform lain yang tidak kalah menarik adalah Bareksa dan IPOT. Bareksa berperan sebagai marketplace reksadana yang menyediakan berbagai pilihan produk reksadana dari berbagai Manajer Investasi yang ada di Indonesia. Untuk mulai berinvestasi di Bareksa, pengguna dapat menyiapkan modal awal yang berkisar antara Rp10.000 hingga Rp100.000, tergantung pada produk reksadana yang dipilih. Di sisi lain, IPOT menawarkan kemudahan bagi investor dengan menghadirkan layanan transaksi reksadana, saham, serta obligasi secara terintegrasi di dalam satu platform tunggal. Hal ini memudahkan pengguna untuk mengelola portofolio investasi mereka secara lebih praktis tanpa harus berpindah aplikasi.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Bagi investor yang menginginkan kemudahan akses melalui ekosistem perbankan, Growin' by Mandiri Sekuritas menawarkan solusi yang inovatif. Growin' by Mandiri Sekuritas mengintegrasikan layanan investasi reksadana secara langsung dengan aplikasi Livin' by Mandiri. Dengan adanya integrasi ini, pengguna dapat dengan mudah mengakses dan mengelola investasi reksadana mereka secara praktis. Kehadiran berbagai aplikasi investasi ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat Indonesia dalam memilih platform yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Pada akhirnya, keputusan untuk memilih aplikasi investasi yang tepat akan sangat bergantung pada profil risiko individu, kebutuhan diversifikasi portofolio, serta kenyamanan pengguna dalam mengoperasikan aplikasi demi mencapai tujuan finansial jangka panjang.






