PHE Jadi NOC dengan Penambahan Area Eksplorasi Terluas di Dunia

Andi TobanPublished 26 Jul 2026 - 01.15 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
PHE Jadi NOC dengan Penambahan Area Eksplorasi Terluas di Dunia
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Di kancah global, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menasbihkan diri sebagai perusahaan minyak nasional (NOC) dengan penambahan bentang eksplorasi baru paling agresif. Laporan S&P Global tahun 2026 untuk kurun 2021–2025 menempatkan PHE di puncak daftar setelah merengkuh lebih dari 90.000 kilometer persegi area garapan anyar—melampaui jejak Petronas, PTTEP, ADNOC, maupun Sinopec. Di balik angka raksasa itu tersimpan anyaman strategi yang merangkul kolaborasi global dan akuisisi wilayah kerja secara konsisten, menjadi pondasi kokoh bagi upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan penurunan produksi alamiah.

Benang kolaborasi itu terlihat dari deretan Joint Study yang kini menjadi yang terbanyak di Indonesia. Hingga Juli 2026, PHE menggenggam 12 skema Kajian Bersama; sepuluh di antaranya masih bergulir, satu studi telah tuntas, dan satu lagi tengah menanti lampu hijau pemerintah. Para mitra yang digandeng adalah nama-nama bereputasi tinggi: Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, serta beberapa pemain strategis lain. Cakupan studinya membentang dari cekungan prospektif di Indonesia bagian barat hingga timur, membuka peluang identifikasi play type baru yang berpotensi menjadi sumber cadangan masa depan. Tidak berhenti di situ, PHE pun melebarkan napas kerja sama regional lewat Technical Evaluation Agreement bersama Management Petroleum Malaysia (MPM) di sejumlah blok migas negara jiran, menjadikan pertukaran pengetahuan dan kapabilitas teknis sebagai nadi yang menjanjikan lompatan kompetensi.

Also Read

10,2 Ton Kemiri Olahan Sulsel Meluncur ke Jeddah, Bukti Nyata Pendampingan UMKM Berbuah Pasar Global

Bersamaan dengan studi, langkah akuisisi berjalan tanpa jeda. Sepanjang 2023–2026, PHE memastikan delapan Wilayah Kerja eksplorasi di dalam negeri masuk dalam portofolionya: Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. Di luar batas Nusantara, Blok SK-510 di Malaysia turut menambah daftar garapan. Pada setiap bentang tersebut, perusahaan berkomitmen menjalankan program kerja pasti yang bertahap—mulai dari studi geologi dan geofisika, akuisisi data seismik, hingga pemboran eksplorasi—untuk mempercepat penemuan cadangan baru yang akan menjadi tumpuan produksi migas nasional di masa depan.

Bagi Direktur Eksplorasi PHE, Asep Samsul Arifin, seluruh manuver ini bukan sekadar perluasan peta. "Eksplorasi adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu. Kami terus membangun portofolio yang sehat dengan membentangkan wilayah kerja, mempererat kolaborasi dengan mitra global, serta mengadopsi teknologi eksplorasi yang kian maju. Semua ini didedikasikan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional," ujarnya. Semangat itu selaras dengan agenda Asta Cita yang mendorong percepatan swasembada energi lewat eksplorasi masif dan penambahan cadangan.

Also Read

Bumi Perkemahan Kitribhakti Menjadi Saksi Perkawinan Strategis Koperasi dan UMKM Tangerang

Di tengah ekspansi yang terukur, PHE memastikan setiap jengkal investasi berpijak pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan menerapkan Zero Tolerance on Bribery dan menjalankan Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang sudah tersertifikasi ISO 37001:2016, menegaskan bahwa tata kelola bersih menjadi kompas dalam mengelola aset hulu. Ke depan, PHE bertekad memperluas portofolio wilayah kerja dan mempercepat komersialisasi potensi eksplorasi—baik dari aset eksisting maupun blok baru—sehingga dapat terus menjadi penggerak utama kedaulatan energi Indonesia.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca