Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta kini tengah diselimuti suasana duka yang mendalam setelah salah satu personel terbaiknya gugur di medan tugas. Pihak dinas menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Andriyono, seorang petugas yang menjabat sebagai Kepala Regu Sektor Cipayung di bawah naungan Suku Dinas Gulkarmat Kota Administrasi Jakarta Timur. Almarhum dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya saat tengah bertugas memadamkan kebakaran yang melanda sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Informasi mengenai berpulangnya Andriyono tersebut disebarluaskan secara resmi oleh pihak kedinasan. Kabar duka ini dibagikan melalui akun media sosial resmi milik Dinas Gulkarmat DKI Jakarta pada Sabtu (1/8). Kepergian sang kepala regu di tengah jalannya operasi pemadaman kebakaran memicu simpati dan duka cita dari berbagai pihak yang mengapresiasi dedikasi serta keberanian almarhum dalam menjalankan tugasnya demi keselamatan masyarakat.
Peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa petugas damkar ini terjadi di kawasan Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Penggilingan Baru I, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas. Insiden kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah tersebut dilaporkan berlangsung pada Sabtu (1/8). Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga pertama kali muncul akibat adanya aktivitas pembakaran ban di area pembuangan sampah tersebut. Pembakaran ban yang tidak terkendali ini kemudian dengan cepat merembet ke tumpukan sampah lainnya hingga menimbulkan kobaran api yang cukup besar.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Keberadaan kobaran api di area Tempat Pembuangan Sampah tersebut baru disadari oleh warga setempat pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Perhatian warga teralihkan setelah mereka melihat adanya kobaran api yang membumbung tinggi ke udara, yang disertai dengan kepulan asap hitam pekat yang sangat tebal dari arah lokasi kejadian. Melihat situasi yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar permukiman, laporan segera diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran agar penanganan darurat dapat segera dilakukan.
Merespons laporan tersebut, tim pemadam kebakaran termasuk Andriyono langsung terjun ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman api. Namun, di tengah proses pemadaman yang sedang berlangsung tersebut, Andriyono meninggal dunia. Hingga kini, penyebab pasti dari meninggalnya korban masih belum diketahui secara pasti.
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Proses penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah ini terbukti membutuhkan waktu yang cukup panjang akibat material sampah yang mudah terbakar. Perjuangan para petugas di lapangan untuk menjinakkan api berlangsung hingga larut malam. Petugas pemadam kebakaran bahkan masih terus berjibaku melakukan proses pendinginan di area bekas kebakaran tersebut hingga sekitar pukul 22.46 WIB demi memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa yang dapat memicu kebakaran susulan.






