Dunia pasar modal Indonesia kembali menyaksikan kolaborasi strategis bernilai fantastis. Konglomerasi yang melibatkan Prajogo Pangestu melalui PT Petrosea Tbk (PTRO) dan Hapsoro lewat PT Singaraja Putra Tbk (SINI) kini memasuki babak baru yang lebih erat. Alih-alih sekadar transaksi jual beli aset biasa, kedua kubu merancang sebuah skema bisnis sirkular yang saling menguntungkan. Langkah taktis ini tidak hanya mengubah struktur kepemilikan saham, tetapi juga mengunci kontrak operasional jangka panjang yang menjamin keberlangsungan bisnis kedua belah pihak di sektor pertambangan.
Aksi korporasi ini bermula dari akuisisi 99,995 persen saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) oleh SINI dari tangan Petrosea dengan nilai transaksi mencapai Rp1,73 triliun. Menariknya, aliran dana tidak berhenti di situ. Pada tanggal 23 Juli 2026, Petrosea justru masuk menjadi salah satu pemegang saham signifikan di SINI. Emiten tambang tersebut membelanjakan modalnya untuk memborong 239,105 juta lembar saham SINI dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham. Transaksi yang bertujuan untuk








