Pemerintah Indonesia secara resmi melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua tahun 2026 mencatatkan hasil yang positif, yakni berada di angka 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meskipun angka pertumbuhan ini tampak berada di jalur yang menguntungkan secara statistik, rilis data tersebut memicu perdebatan yang cukup hangat di kalangan publik. Pasalnya, terdapat perbedaan persepsi yang cukup kontras antara angka pertumbuhan ekonomi positif yang dipaparkan oleh pihak pemerintah dengan kondisi riil perekonomian yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan, di mana banyak pihak mengklaim situasi ekonomi sedang mengalami kelesuan.
Keraguan terhadap keabsahan dan relevansi angka pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2026 ini salah satunya dikemukakan oleh Rahma Gafmi. Ekonom dari








