apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Pelaku Usaha Ingatkan Fondasi Belum Kokoh

Parlin SinagaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 17.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Pelaku Usaha Ingatkan Fondasi Belum Kokoh
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tercatat berada pada angka 5,29 persen. Pencapaian ini dirilis di tengah berbagai dinamika ekonomi global dan domestik yang memengaruhi kinerja dunia usaha sepanjang paruh pertama tahun ini. Walaupun angka pertumbuhan tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang positif secara makro, kalangan pelaku usaha menilai kondisi fundamental perekonomian nasional saat ini masih memerlukan perhatian khusus agar dapat bertahan dari berbagai guncangan eksternal yang belum sepenuhnya mereda.

Melihat kilas balik pada periode April hingga Mei 2026, sektor riil

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
di dalam negeri mulai mengalami tekanan yang cukup signifikan. Tekanan ini terutama bersumber dari penurunan permintaan ekspor dari berbagai negara mitra dagang utama Indonesia yang sedang melakukan penyesuaian ekonomi. Di sisi lain, pasar domestik juga tidak luput dari tantangan setelah sempat mengalami perlambatan permintaan akibat adanya kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM ini secara langsung memengaruhi daya beli masyarakat dan menekan tingkat konsumsi rumah tangga pada kuartal tersebut, sehingga berimbas pada omzet penjualan pelaku usaha.

Tantangan bagi dunia usaha kian bertambah dengan maraknya fenomena inflasi dorongan biaya atau "cost-push inflation" sepanjang kuartal II 2026. Inflasi ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang menyebabkan lonjakan harga energi di pasar internasional. Bagi industri manufaktur nasional, situasi ini diperparah oleh efek pelemahan nilai tukar mata uang rupiah yang terjadi pada periode yang sama. Pelemahan nilai tukar tersebut meningkatkan beban biaya produksi secara signifikan, terutama bagi sektor industri dalam negeri yang sangat bergantung pada bahan baku impor.

Baca Juga

Pertamina Bagikan Suvenir Karya UMKM untuk Pengunjung GIIAS 2026

Pertamina Bagikan Suvenir Karya UMKM untuk Pengunjung GIIAS 2026

Selain masalah kenaikan biaya produksi, kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada kuartal kedua juga terganggu oleh sejumlah isu proteksionisme dan hambatan dagang. Salah satu hambatan utama yang dihadapi adalah adanya investigasi perdagangan yang diluncurkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia. Proses investigasi ini membatasi ruang gerak ekspor nasional ke salah satu pasar terbesar dunia tersebut, sehingga mengganggu proyeksi pengapalan barang dan menurunkan volume ekspor dari para pelaku usaha lokal.

Memasuki bulan Juli, kondisi sektor manufaktur menunjukkan sinyal pemulihan yang relatif lambat dan penuh kewaspadaan. Berdasarkan data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang dirilis oleh S&P, aktivitas manufaktur Indonesia pada Juli berada di level 50,2. Meskipun angka ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih berada dalam zona ekspansi, pertumbuhannya tergolong sangat moderat karena hanya berada tipis di atas batas psikologis ekspansi yaitu skor 50. Skor ini mencerminkan sikap hati-hati dari para pelaku industri dalam meningkatkan kapasitas produksi mereka di tengah ketidakpastian pasar.

Baca Juga

Tarif Pengiriman Barang Ringan Lebih Murah, Lion Parcel Hadirkan Layanan Khusus MINIPACK

Tarif Pengiriman Barang Ringan Lebih Murah, Lion Parcel Hadirkan Layanan Khusus MINIPACK

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengungkapkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026 ini belum sepenuhnya kokoh. Menurut Shinta, angka pertumbuhan tersebut belum mencerminkan kondisi riil di lapangan yang masih dihadapkan pada tingginya biaya operasional dan ketidakpastian pasar global. Apindo menekankan pentingnya menjaga stabilitas untuk mengantisipasi berbagai tekanan eksternal agar dunia usaha dapat menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pertumbuhan ekonomiSektor RiilAPINDOPMI Manufaktur

Berita Terbaru Lainnya

Gunung Fuego Meletus, Guatemala Tetapkan Status Siaga MerahPertamina Bagikan Suvenir Karya UMKM untuk Pengunjung GIIAS 2026Polda Sumbar Segera Gelar Sidang Etik AKBP F Terkait Dugaan Pelecehan PolwanPemerintah Selidiki Makalah Usulan Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026Menko Polkam Pastikan Situasi Keamanan Dalam Negeri Tetap Kondusif dan TerkendaliTarif Pengiriman Barang Ringan Lebih Murah, Lion Parcel Hadirkan Layanan Khusus MINIPACKPenataan Organisasi Kementerian PU Membutuhkan Dukungan Internal dan Pengawasan KetatKementerian Kebudayaan Siapkan Rencana Pendirian Museum Musik Indonesia di Bandung

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

Kesehatan

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap