apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Simak Catatan dan Proyeksi Analis

Andi TobanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 23.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Simak Catatan dan Proyeksi Analis
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai performa perekonomian domestik Indonesia. Pada kuartal II 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat melaju sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pencapaian pada periode April-Juni ini memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional secara kumulatif, di mana pada semester I 2026 berhasil tumbuh sebesar 5,45 persen. Data yang dirilis oleh BPS ini memperlihatkan bahwa ekonomi domestik masih mampu bertahan. Kendati angka-angka tersebut mencerminkan kondisi yang cukup solid, para analis memberikan catatan dan proyeksi yang beragam mengenai keberlanjutan tren positif ini.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Bila ditinjau dari komponen pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,97 persen. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan realisasi belanja pegawai yang sejalan dengan pembayaran gaji ke-13 untuk ASN, TNI, dan Polri. Faktor pendorong lainnya adalah akselerasi pembayaran tunjangan bagi tenaga pendidik non-PNS. Selain itu, belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi pada periode April-Juni tersebut.

Selain belanja pemerintah, komponen domestik lainnya juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Investasi tercatat menanjak sebesar 6,87 persen, sedangkan konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 5,06 persen. Di sektor perdagangan internasional, kinerja ekspor tumbuh sebesar 4,13 persen, sementara impor tumbuh sebesar 8,82 persen.

Baca Juga

Penutupan Gerai Ritel Modern, Benarkah Karena Daya Beli Masyarakat Melemah?

Penutupan Gerai Ritel Modern, Benarkah Karena Daya Beli Masyarakat Melemah?

Dari sisi lapangan usaha, mayoritas sektor mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor pengadaan listrik dan gas memimpin pertumbuhan dengan tumbuh sebesar 10,81 persen, diikuti oleh sektor akomodasi dan makan minum yang meningkat sebesar 10,60 persen. Sebaliknya, sektor pertambangan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi dengan mencatatkan pertumbuhan minus 1,64 persen.

Menanggapi rilis data BPS tersebut, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai capaian ini sebagai sinyal positif bagi perekonomian nasional. Menurut Andry, realisasi pertumbuhan pada kuartal II memberikan indikasi kuat bahwa target pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 berpotensi melampaui 5,2 persen. Setelah keluarnya data PDB kuartal II ini, ia memproyeksikan bahwa pertumbuhan PDB untuk tahun ini kemungkinan besar akan ditutup di atas 5,2 persen. Ia juga menggarisbawahi kemampuan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap konsisten di atas 5 persen, meskipun tidak ada penopang seasonal seperti Ramadan serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca Juga

OJK Jatuhi Pelanggar Pasar Modal Denda Rp91 Miliar per Juli 2026

OJK Jatuhi Pelanggar Pasar Modal Denda Rp91 Miliar per Juli 2026

Di sisi lain, pandangan yang lebih berhati-hati disampaikan oleh Ronny P. Sasmita, Analis Senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI). Ronny menyatakan bahwa kontribusi ekspor belum bisa menjadi mesin pertumbuhan yang benar-benar konsisten untuk perekonomian Indonesia. Menurut analisisnya, hal ini disebabkan oleh kinerja ekspor nasional yang masih sangat bergantung pada naik turunnya harga komoditas di pasar dunia.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen menunjukkan dinamika yang menarik antara konsumsi domestik, belanja pemerintah, investasi, dan kinerja sektor eksternal. Dengan pertumbuhan kumulatif semester I sebesar 5,45 persen, proyeksi pertumbuhan tahunan di atas 5,2 persen tampaknya sangat mungkin tercapai. Namun, tantangan berupa kontraksi di sektor pertambangan serta ketergantungan ekspor pada fluktuasi harga komoditas global tetap menjadi catatan penting bagi keberlanjutan arah ekonomi Indonesia ke depan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPSEkonomi Indonesiapertumbuhan ekonomiBank MandiriISEAI

Berita Terbaru Lainnya

Cuaca Buruk Hambat Logistik, Warga Bawean Carter Pesawat Rp110 Juta demi Rujuk IbuUpdate Gempa M5,3 Pangandaran, Guncangan Terasa hingga Bandung dan SukabumiPria di Babakan Ciparay Bandung Nekat Bakar Rumah Orang Tua akibat Sakit HatiWali Kota Eri Minta Pengelola Mal di Surabaya Turunkan Ketinggian PagarKabut Asap Selimuti Palembang akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera SelatanKemensos Salurkan Bansos PKH dan Sembako Triwulan III, Penerima Terlibat Judi Online DitangguhkanMUI Dorong Hukuman Mati Koruptor, Yusril Tegaskan Sudah Diatur Undang-UndangDPR dan MUI Berbeda Pandangan Soal Hukuman Mati Koruptor, Sahroni Tekankan Perampasan Aset

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap